nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rangkaian Penusukan di London, Donald Trump Sebut Wali Kota Sadiq Khan Seorang Bencana

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 13:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 17 18 2067303 rangkaian-penusukan-di-london-donald-trump-sebut-wali-kota-sadiq-khan-seorang-bencana-RbFa292QSn.jpg Wali Kota London Sadiq Khan. Foto/Reuters

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Wali Kota London Sadiq Khan bencana terkait rangkaian penusukan di ibu kota Inggris tersebut.

Trump menyampaikannya melalui Twitter setelah ada lima serangan terpisah di London yang menewaskan tiga orang dalam waktu kurang 24 jam.

Dua remaja tewas dalam beberapa menit di berbagai bagian ibu kota pada hari Jumat, sementara seorang pria ditikam hingga tewas pada Sabtu sore pekan lalu.

Pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn mengatakan "sangat mengerikan" presiden AS menggunakan "tragedi orang-orang yang dibunuh untuk menyerang wali kota [Khan]".

Mencuit sebuah posting tentang pembunuhan, Trump mengatakan London membutuhkan walikota baru 'ASAP' ( As Soon As Possible atau sesegera mungkin).

Dia mentweet, "Khan adalah [seorang] bencana—bisa bertambah buruk!"

Seorang juru bicara Sadiq Khan mengatakan saat ini Sadiq sedang fokus untuk memberikan dukungan kepada masyrakat London dan layanan darurat.

“Dia berkomunikasi secara kontinu dengan polisi sepanjang hari. Pikirannya bersama keluarga para korban,” kata juru bicara mengutip Metro, Senin (17/6/2019).

Ia menambahkan Khan tidak akan membuang waktu menanggapi tweet Trump. “Selama kunjungan kenegaraan presiden [Trump] ke Inggris pada awal Juni, dia menyerang Khan sebelum bahkan saat turun dari pesawat di London.

Pada Jumat sore, seorang bocah laki-laki (18) ditikam hingga tewas di Wandsworth, beberapa menit sebelum remaja lainnya (19) ditembak mati di Plumstead.

Hanya beberapa jam kemudian, seorang pria berusia 30-an tewas di Tower Hamlets, London timur. Tiga pria juga ditikam dalam serangan terpisah di Clapham.

Polisi Metropolitan mengatakan 14 orang - termasuk beberapa anak lelaki dan perempuan - telah ditangkap sehubungan dengan insiden tersebut.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini