nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BMKG: Hujan Bertahap Akan Berkurang, Puncak Kemarau Agustus

CDB Yudistira, Jurnalis · Sabtu 22 Juni 2019 09:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 21 525 2069373 bmkg-hujan-bertahap-akan-berkurang-puncak-kemarau-agustus-EduOHK44pc.jpg Ilustrasi

BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas 1 Bandung, mengeluarkan peringatan dini terjadi kekeringan di beberapa wilayah di Jawa Barat.

Setidaknya ada sembilan daerah yang diprediksi alami kekeringan diantaranya Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Garut, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sukabumi.

"Curah hujan secara bertahap akan berkurang. Dan Puncak Musim kemarau di bulan Agustus. Setelah itu curah hujan, secara bertahap mulai meningkat. Dan di akhir Oktober, kota bandung akan memasuki musim hujan," Kepala Statiun Geofisika Bandung, Tony Agus Wijaya, saat di temui di Bandung.

Ilustrasi Kekeringan

Tony menuturkan, untuk Jawa Barat, periode musim kemarau datang pada bulan Juni dengan terlebih dahulu masuk di wilayah sekitar pantura, kemudian bergerak ke arah selatan.

"Untuk puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus-September dengan karakteristik suhu udara dingin dan kering," katanya.

Dengan memasuki kemarau, suhu udara pun menjadi dingin. Hal itu dikarenakan saat musim kemarau angin bertiup yang melewati Jawa Barat, itu angin pasat tenggara atau angin timuran dari arah Benua Australia dan pada bulan Juli, Agustus, September di Australia sedang mengalami puncak musim dingin, sehingga suhunya relatif lebih dingin dibandingkam musim penghujan.

Kondisi saat ini dipengaruhi juga dengan masih adanya kelembapan pada ketinggian permukaan hingga 1,5km di atas permukaan laut relatif lembap sehingga pada sore hari masih terlihat adanya pembentukan awan.

"Akan tetapi pada ketinggian 3km di atas permukaan laut yang relatif kering sehingga potensi awan yang terbentuk untuk terjadi hujan relatif kecil dan dampaknya kondisi kelembapan pada malam hingga pagi hari menambah kondisi suhu udara menjadi dingin," ucapnya.

Dari pantauan alat pengukur suhu udara tercatat selama bulan Juni 2019 ini, suhu udara terendah tercatat sebesar 17 derajat celcius pada tanggal 21 Juni 2019.

Lipsus Kekeringan

(kha)

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini