nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 TKI Asal Lombok Tengah Tewas Akibat Kebakaran di Arab Saudi

Muzakir, Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 16:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 24 340 2070255 4-tki-asal-lombok-tengah-tewas-akibat-kebakaran-di-arab-saudi-QfG1xMZkti.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

LOMBOK TENGAH - Empat Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi korban tewas dalam sebuah kebakaran di Arab Saudi.

Korban tewas diketahui bernama Siti Nurjani (24) warga Meteng, Keluarahan Prapen, Praya, Lombok Tengah; Kaini (32) warga Wakul Kelurahan Renteng, Lombok Tengah; Lalu Praya Ida Royani (37) asal Grantuk, Kelurahan Renteng, Praya; dan Tari Asma (19) asal Tongkek, Batunyale. Keempat korban kini masih di Arab Saudi dan tengah ditunggu pihak keluarga.

Ilustrasi Mayat

Tewasnya empat TKI asal Kabupaten Lombok Tengah itu, menyisakan duka mendalam bagi keluarga, suasana rumah duka Siti Nurjani, tampak hening berbalut sedih, terlihat bendera kuning dengan terop dan sejumlah persiapan penyambutan datangya jenazah terlihat.

Pihak keluarga sudah memastikan salah satu dari empat korban kebakaran di Arab Saudi tersebut adalah Siti Nurjani. Keluarga korban kini hanya bisa pasrah sembari menunggu kepastian terkait nasib korban. Menurut pengakuan keluarga korban, Siti Nurjani berangkat lima bulan yang lalu melalui perantara seorang calo.

(Baca Juga: Rumah di Bandung Terbakar, 2 Perempuan Lansia Meninggal Terjebak di Kamar Mandi)

Awalnya keluarga korban tidak setuju dengan keputusan Nurjani, namun karena diiming-imingi gaji yang besar keputusan Nurjani tak dapat dibendung lagi.

"Calo itu datang ke sini merayu Nurjani hingga dia mau berangkat ke Makkah," terang Sri Hartati.

Ilustrasi Kebakaran (Okezone)

Keluarga korban juga membeberkan calo yang memberangkatkan korban meminta damai atas kajadian ini, selanjutnya calo tersebut akan memberikan uang santunan alakadarnya kepada keluarga korban dengan harapan keluarga tidak membawa masalah ini pada pihak-pihak terkait.

"Habis insiden itu, pihak calo dan PJTKI sering datang ke sini dan meminta damai dengan menjanjikan uang supaya tidak dibawa ke ranah hukum," tegas Hartati.

(kha)

Berita Terkait

TKI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini