nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Marak Kerusuhan dalam Lapas Akibat Lemahnya Pengawasan

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 25 Juni 2019 01:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 25 337 2070445 marak-kerusuhan-dalam-lapas-akibat-lemahnya-pengawasan-qr157OfTxJ.jpg ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Maraknya aksi pembakaran rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) yang dilakukan para napi, disebabkan dari buruknya koordinasi. Akibatnya, lemahnya pengawasan kerap memicu terjadinya kericuhan di lingkungan penjara.

Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardian yang menilai peristiwa pembakaran rutan dan lapas yang selama ini terjadi akibat kurang pengawasan dan keamanan didalamnya. Akibatnya, selama ini didalam tempat itu muncul napi yang merasa sebagai jagoan.

"Karena jagoannya itu, mereka bisa mengerahkan massa untuk membuat kericuhan sehingga muncul pembakaran," kata Trubus dalam keterangannya, Senin, 24 Juni 2019 malam.

Atas masalah ini, dirinya menilai harus segara dilakukan pembenahan di jajaran lapas. Menurut dia, salah satu solusinya adalah dengan mengganti direktur keamanan dan ketertiban (dirtatib) hingga direktur jenderal pemasyarakatan (dirjen pas) masalah ini bisa terselesaikan.

"Bila hulunya dibenahi ,hilirnya pasti akan baik. Tak ada lagi kericuhan yang menyebabkan pembakaran rutan maupun lapas," tuturnya.

Ia menambahkan, munculnya persoalan tersebut juga disebabkan akibat buruknya koordinasi dengan pihak kepolisan maupun TNI. Sehingga, kericuhan yang seharusnya bisa dengan mudah dicegah, namun akhirnya pecah akibat kurangnya koordinasi.

Kerusuhan Lapas

"Yang saya tangkap, selama ini dari pihak lapas maupun rutan, biasanya mencoba menyelesaikan sendiri. Kalau tak bisa baru mereka meminta bantuan," kata Trubus.

Agar kasus itu tak lagi terulang dan menyebar ke beberapa wilayah, dirinya menyarankan segera dilakukan pembenahan. Bukan hanya kalapas maupun karutan yang selalu dijadikan kambing hitam, namun pembenahan menyeluruh harus diambil.

"Pucuk tertinggi yang seharusnya mengambil sikap atas gagalnya masalah ini, seperti Dirjen Pas, Sri puguh Utami maupun Lilik Sujandi Direktur Keamanan Lapas Rutan se-Indonesia sebaiknya mengundurkan diri bila memang sudah tak mampu," imbaunya.

Munculnya masalah dalam penjara lanjutnya, juga disebabkan masih buruknya tata kelola yang ada di dalamnya. "Coba perhatikan saat ini, banyak program yang tidak berjalan meski digembar-gemborkan. Sehingga hal itu hanya menjadi jargon belaka," katanya menandaskan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini