Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pengamat Bilang Ibarat Kapal Golkar Butuh Nahkoda Handal

Fahreza Rizky , Jurnalis-Senin, 01 Juli 2019 |02:16 WIB
Pengamat Bilang Ibarat Kapal Golkar Butuh Nahkoda Handal
A
A
A

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dinilai kurang piawai memimpin partai berlogo pohon beringin itu. Pasalnya, Golkar yang tergolong partai besar justru mengalami penurunan jumlah kursi parlemen di Pemilu 2019.

“Airlangga ini memang tak ada terobosan yang dilakukan untuk menaikkan citra partai. Ibarat kapal, jika Golkar butuh nakhoda yang handal, yang bisa membawa dan memainkan isu yang diinginkan masyarakat tentu akan berlayar cepat dan menang,” kata pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago dalam keterangan pers yang diterima, Minggu (30/6/2019).

Pangi lantas merujuk hasil Pemilu Legislatif 2019. Menurutnya, PDIP, NasDem dan PKB mampu menaikkan jumlah perolehan kursi di DPR periode 2019-2024.

Di sisi lain, katanya, Golkar yang tergolong partai besar justru mengalami penurunan jumlah kursi parlemen. Hal itu, lanjut dia, tak terlepas dari kurang mampunya Airlangga memimpin partai yang pernah menjadi pemenang Pemilu 2004 tersebut.

Pangi Syarwi

Baca Juga: Soal Caketum Golkar, Bamsoet: Pak Celi Santai Saja

Pangi berpendapat Airlangga kurang piawai membaca arah mata angin. “Kalau bicara Airlangga, dia menjadi ketua umum yang tak ada efek ketokohannya, tak ada hasil tangan dinginnya yang bisa diakui dan dilihat,” tuturnya.

Kendati begitu, Pangi menegaskan, Golkar tetap memiliki kontribusi terhadap kemenangan Jokowi di Pilpres 2019. Hanya saja, peran Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga dinilai kurang tampak dalam memenangkan calon presiden petahana itu. “Jadi tangan dingin Golkar tak dominan, tak signifikan angkat kemenangan Jokowi. Di Banyak daerah justru (Jokowi) kalah,” tukas Pangi.

Berdasarkan rekapitulasi hasil Pemilu 2019, Golkar berada di posisi ketiga dengan perolehan suara nasional 17.229.789 atau 12,31 persen. Jika dikonversikan pada kursi Golkar hanya meraih 85 kursi. Dengan demikian, Golkar kehilangan 6 kursi di DPR karena pada Pemilu 2014 Golkar meraih 91 kursi DPR RI.

(Angkasa Yudhistira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement