Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KPK Sebut Bakal Ada Tersangka Baru di Kasus Megakorupsi E-KTP

Muhamad Rizky , Jurnalis-Senin, 01 Juli 2019 |14:03 WIB
 KPK Sebut Bakal Ada Tersangka Baru di Kasus Megakorupsi E-KTP
Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan Komisi III DPR RI. Dalam rapat itu, KPK membeberkan sejumlah perkembangan sejumlah kasus yang tengah ditanganinya.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, ada sejumlah perkara dalam rapat terkahir KPK yang menjadi perhatian publik dan memiliki perkembangan yakni terkait korupsi alat kesehatan di Tangerang Selatan, alat kesehatan di Banten.

"Kemudian perkara BLBI ada kemajuan, e-KTP juga kita kemarin sudah melakukan gelar perkara akan ada (tersangka) yang baru lagi," kata Saut di Gedung DPR Senayan, Senin (1/7/2019).

 Korupsi

Kemudian sudah dilaksanakannya pertemuan penyidik dengan auditor terkait dengan kerugian negara pengadaan Quay Container Crane (QCC) dan helikopter angkut juga kasus yang jadi perhatian.

"Kemudian terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus TLC pada PT Garuda Persero, kemudian pengadaan 3 unit QCC pengadaan paket penerapan KTP, pengadaan alat kesehatan, dan pengadaan kewajiban pemegang saham dan dagang negara nasional Indonesia," paparnya.

Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo menegaskan pihaknya akan memaksimalkan kerja KPK jelang berakhirnya masa jabatan. Bahkan kata Dia untuk kasus BLBI dan e-KTP sendiri pihanya sudah dan akan mentersangkakan orang baru.

"Seperti BLBI kita kan sudah mentersangkakan baru ya jadi insyallah itu bisa selesai sebelum kita meninggalkan tugas, perkembangan kasus e-KTP juga begitu kita sudah menaikkan tersangka baru mudah-mudahan nanti paling tidak untuk kasus berikutnya lebih terbuka bisa diselesaikan oleh pengganti kami," tukasnya.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement