Sedangkan untuk penumpang rute internasional, tercatat sebanyak 1.190.510 penumpang keluar masuk Pulau Bali pada Juni 2019 atau 12% lebih tinggi dari rata-rata jumlah penumpang bulanan selama lima bulan pertama tahun 2019. Catatan penumpang rute internasional pada bulan Juni ini juga merupakan angka tertinggi sepanjang enam bulan pertama tahun 2019 ini.
Hal yang sama juga terjadi pada pencatatan statistik pergerakan pesawat udara rute domestik di bulan Juni, di mana tercatat terdapat pertumbuhan sebesar 13% jika dilakukan perbandingan dengan rata-rata jumlah pergerakan pesawat selama Januari-Mei 2019. Sedangkan untuk pergerakan pesawat rute internasional di bulan Juni lebih tinggi 2% dibandingkan dengan rata-rata jumlah pergerakan pesawat udara pada lima bulan pertama 2019.
“Dengan angka catatan statistik yang sangat bagus di bulan Juni lalu, kami berharap tren ini akan terus berlanjut ke depannya, terutama dalam catatan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat udara,” tutup Sigit.
Selama semester pertama tahun 2019, terdapat beberapa maskapai penerbangan yang membuka rute penerbangan baru, baik rute domestik maupun rute internasional. Mengawali 2019, Garuda Indonesia membuka rute London – Bali, dilanjutkan dengan maskapai anggota Lion Air Group asal Malaysia Malindo Air yang membuka rute penerbangan baru Adelaide – Bali pada pertengahan bulan April lalu. Sedangkan maskapai berbiaya murah asal Vietnam, VietJet Air, resmi membuka rute penerbangan baru dengan rute Ho Chi Minh City – Bali pada akhir bulan Mei silam.
Selain pembukaan rute baru, selama tahun 2019, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali secara konsisten selalu masuk ke dalam 10 besar bandar udara paling tepat waktu di kawasan Asia Tenggara dengan jumlah pergerakan pesawat di atas 5.000 pergerakan versi pencatatan lembaga global penyedia data penerbangan, OAG Aviation, dengan catatan ketepatan waktu atau on-time performance (OTP) rata-rata sebesar 80,5%.
(Risna Nur Rahayu)