BANDUNG - Kepala Lapas Perempuan Bandung Rafni Trikoriaty Irianta mengatakan, isu penyuka sesama jenis di lapas perempuan Bandung memang ada.
"Ada kencenderungan itu," kata Rafni, Jumat (12/7/2019).
Ia mengatakan sampai dengan saat ini lapas perempuan Bandung dihuni oleh lebih dari 400 napi. Hampir 96 persen diantaranya sudah menikah.
Kebutuhan seks dikatakannya memang perlu, karena hubungan seks sudah menjadi kebutuhan. Namun begitu, pemerintah hingga saat ini belum miliki solusi untuk hal itu.

Hal itu yang menjadi dugaan kuat terjadinya penyimpangan seksual. Ditambah over kapasitas penghuni lapas.
"Mereka terlihat kerap bersama, saat kita hampiri mereka beralasan hanya saling curhat. Saya yang malah dibilangin jangan suudzon, jadi saya kena marah balik sama mereka," katanya.