Gatot Trihargo mengatakan bahwa Pemerintah akan menjadikan YIA sebagai hub baru untuk menggeser Malaysia dan Singapura sehingga dapat menarik potensi trafik penumpang asal Australia yang ingin kembali dari kawasan Eropa dan hendak singgah dulu ke Yogyakarta tanpa harus transit ke Singapura.
“Terdapat sekitar 950 ribu penumpang Australia yang ke Yogyakarta melalui Singapura atau Kuala Lumpur. Jadi ke depannya kami ingin mencoba mendaratkan pesawat Boeing 777 atau Airbus 380 di Yogyakarta. Oleh karena itu, Yogyakarta harus menguatkan sektor pariwisatanya,” ujar Gatot Trihargo.
Senada dengan Gatot, Rizki Handayani mengatakan harus ditumbuhkan objek wisata alternatif di Yogyakarta demi menarik lebih banyak kunjungan wisatawan mancanegara ke Yogyakarta dan sekitarnya.
Sebagai informasi, sampai dengan 24 Juli 2019 progres pembangunan YIA telah mencapai 73 persen. Meski belum tuntas seluruhnya, bandara ini telah beroperasi sejak 6 Mei 2019 lalu. Hingga saat ini, YIA telah melayani hampir 53 ribu penumpang. Ada 10 penerbangan setiap harinya dengan lima rute yang dilayani oleh maskapai Citilink, Batik Air, dan Lion Air.
Mulai 1 Agustus 2019 besok, rute Kulon Progo-Lombok pp akan mulai beroperasi yang dilayani oleh maskapai AirAsia. Sehingga akan ada 6 rute dengan 12 penerbangan oleh empat maskapai yang dioperasikan di YIA.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.