nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hendak Bertelur, Penyu Hijau Ditemukan Mati dan Tersangkut di Jaring

Kuntadi, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 00:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 06 510 2088620 hendak-bertelur-penyu-hijau-ditemukan-mati-dan-tersangkut-di-jaring-FLS5tS1XJv.jpg Penyu di Kulonprogo mati saat hendak bertelur (Foto: Kuntadi)

KULONPROGO - Seekor penyu jenis hijau yang hendak bertelur ditemukan mati di muara Sungai Bogowonto di Jangkaran, Temon, Kulonprogo, Minggu (4/8/2019). Penyu betina dewasa, ini diperkirakan menepi untuk bertelur. Namun entah mengapa penyu ini mati dengan bercak darah dan telur masih menempel di tubuhnya.

“Hari minggu penyu ini mati dan tersangkut di jaring,” ujar Triyono, nelayan setempat Selasa (6/8/2019).

Adanya temuan penyu mati ini, bukanlah kali pertama. Hampir setiap tahun ada temuan penyu yang mati. Bahkan pada 2018 ada sekitar 10 ekor yang ditemukan mati dengan kondisi tempurungnya sudah pecah.

Tokoh Masyarakat Dusun Pasir Kadilangu Suparyono mengatakan wilayahnya dulu menjadi tempat penyu bertelur. Namun seiring banyaknya aktivitas di pesisir jumlah penyu yang mendarat berkurang. Bahkan saat ada penemuan penyu mati ini, ada bekas sarang penyu. Namun saat dicek telurnya sudah tidak ada. Entah diambil orang atau disebabkan faktor lain.

“Sepertinya diambil orang karena, ada cangkang di sekitar situ,” ujarnya.

Warga sebenarnya sudah memberikan edukasi kepada warga untuk melindungi penyu-penyu yang keberadaannya semakin langka. Penyu tersebut merupakan salah satu satwa yang dilindungi. Sosialisasi perlindungan itu juga sudah disampaikan kepada warga.

Ilustrasi Penyu

“Kami sudah ajak warga untuk melestarikan dan melindungi penyu,” ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo Sudarna mengatakan penyu merupakan hewan dilindungi oleh undang-undang. Karena itu, keberadaannya harus terus dijaga, karena hewan langka. Warga harus ikut terlibat dalam pelestarian penyu yang jumlahnya terus menurun.

“Minimal jangan mengganggu pendaratan penyu yang akan dan sedang bertelur. Apalag mengambil telur penyu yang bukan dalam rangka konservasi,” ujarnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini