nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polda Sumut Musnahkan Uang Palsu Rp1,5 Miliar

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 03:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 15 608 2092060 polda-sumut-musnahkan-uang-palsu-rp1-5-miliar-xYFBShXnGv.jpg Polda Sumut musnahkan uang palsu Rp1,5 miliar (Foto: Wahyudi/Okezone)

MEDAN – Penyidik Subdit II/Fismondev (Fiskal, Moneter dan Devisa) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara, memusnahkan sebanyak 21.632 lembar uang palsu berbagai pecahan, yang berhasil terjaring oleh sistem perbankan di Sumut antara tahun 2013-2018.

Pemusnahan uang palsu yang jumlahnya mencapai Rp1.503.917.000. dilaksanakan di depan Gedung Utama Mapolda Sumatera Utara, Rabu (14/8/2019).

Hadir dalam pemusnahan itu, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto; Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Wiwiek Sisto Widayat; Kepala Kantor Wilayah Direktorat Bea Cukai Sumut, Oza Olavia, perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Pengadilan Negeri Medan.

Polda Sumut musnahkan uang palsu Rp1,5 miliar (Foto: Wahyudi/Okezone)

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan pemusnahan temuan uang rupiah palsu ini ditemukan dari setoran masyarakat ke perbankan yang kemudian dilakukan klarifikasi ke Bank Indonesia, lalu dilanjutkan ke Direktorat Tindak Pidana Khusus Fismondev Polda Sumut untuk diamankan sementara sebelum dilakukan pemusnahan.

Baca Juga: Bayi Baru Lahir Dibuang Orang Tuanya di Depan Warung Soto Mi

"Perlindungan terhadap uang rupiah dimuat dalam Undang - undang No.7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Pada pasal 35, 36, dan 37 diatur tentang kejahatan terhadap uang rupiah dalam hal pemalsuan, menyimpan secara fisik, mengedarkan atau membelanjakan, membawa atau memasukkan ke wilayah NKRI, mengimpor atau ekspor uang rupiah palsu dengan ancaman pidana mulai 10 tahun hingga seumur hidup," jelasnya.

Pemusnahan ini telah terlebih dahulu melewati penelitian keaslian atas uang rupiah di laboratorium Bank Indonesia Counterfeit Analysis Center (BI-CAC) dan kegiatan pemusnahan rupiah palsu ini juga telah mendapatkan penetapan Pengadilan Negeri Medan Kelas I-A Nomo 01/PEN.PID/P.MUS/2019/PN.MEDAN tanggal 1 Maret 2019.

Adapun rincian uang palsu tersebut terdiri dari pecahan Rp.100.000 sebanyak 8.974 lembar, pecahan Rp50.000 sebanyak 11.850 lembar, pecahan Rp.20.000 sebanyak 636 lembar, pecahan Rp.10.000 sebanyak 88 lembar, pecahan Rp. 5.000 sebanyak 83 lembar dan pecahan Rp.2.000 satu lembar.

Dalam memerangi peredaran uang palsu, Polda Sumut dan jajaran telah melakukan penanganan kasus uang rupiah palsu sebanyak 27 kasus periode tahun 2017 hingga 2019, dengan penyelesaian perkara sebesar 24 kasus dan 3 kasus masih dalam tahap penyidikan.

"Ada beberapa faktor yang membuat uang rupiah palsu banyak beredar seperti minimnya pemahaman masyarakat terkait ciri keaslian rupiah, wilayah peredaran uang palsu yang berada di daerah - daerah pusat perekonomian dengan size perekonomian yang besar dan rendahnya putusan tindak pidana rupiah palsu," pungkas Jenderal bintang dua ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini