Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kementerian LHK Gelar Konferensi Internasional ke-5 Peneliti Kehutanan Indonesia

Putra Ramadhani Astyawan , Jurnalis-Selasa, 27 Agustus 2019 |16:12 WIB
Kementerian LHK Gelar Konferensi Internasional ke-5 Peneliti Kehutanan Indonesia
Foto: Okezone
A
A
A

BOGOR - Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar Konferensi Internasional ke-5 Peneliti Kehutanan Indonesia (INAFOR - Indonesia Foresty Researchers) di IICC Botani Square, Kota Bogor, Jawa Barat , Selasa (27/8/2019.

ist

Kepala Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BLI KLHK), Agus Justianto mengatakan, konferensi ini diselenggarakan untuk membahas masalah-masalah dan tantangan dalam restorasi hutan dan pengelolaan limbah yang dihadiri sekitar 700 peneliti baik dari Indonesia maupun luar negeri.

"Dalam kegiatan ini , kita memang mengundang banyak pihak termasuk pembicara dari luar dan dari stakeholder karena kita ingin hasil penelitian dari inovasi ini menjadi ownereship semua pihak," kata Agus Justianto.

Dia menjelaskan, Ada lima tema yang dibahas dalam konferensi ini, yakni mengadopsi bioenergi terbarukan dan pemanfaatan limbah untuk mendukung ekonomi sirkular dan lingkungan, solusi inovatif untuk mengelola hutan tropis dan pelestarian keanekaragaman hayati, menerjemahkan ilmu pengetahuan ke dalam kebijakan dan tindakan iklim.

Selanjutnya, tema untuk mengelola sumber daya genetik hutan dalam mengubah lingkungan dan lansekap dan terakhir peran ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung peningkatan kualitas lingkungan.

"Kita berharap dalam pengambilan kebijakan berdasarkan hasil penelitian, sehingga kebijakan nanti sesuai dengan kondisi yang ada. Hasil dari konferensi ini juga akan segera kami rekomendasikan kepada pemerintah dan pihak terkait," jelas Agus.

Di sisi lain, Agus menyebut anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian memang tidak sedikit. Tahun 2020, pihaknya hanya mempunyai setengah dari kebutuhan anggaran sekitar Rp 700 miliar. "Tahun depan dana yang tersedia Rp 393 miliar. Kalau kebutuhan itu sekitar Rp 700 milar," ucapnya.

Oleh karena itu dia berharap dana abadi yang direncanakan Presiden Joko Widodo untuk keperluan penelitian segera terealisasi agar penelitian dan teknilogi Indonesia tidak ketinggalam dengan negara lain. "Tapi memang tidak seluruhnya kami mengandalkan APBN ya. Kita juga banyak melakukan kerjasama dengan pihak swasta untuk penelitian," tutupnya. (ADV)

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement