Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini Solusi dari Mantan Kepala BPIP Terkait Konflik di Papua

Fadel Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 31 Agustus 2019 |16:20 WIB
Ini Solusi dari Mantan Kepala BPIP Terkait Konflik di Papua
Yudi Latif (Foto: Sindoweekly)
A
A
A

JAKARTA - Mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudi Latif mengatakan, solusi yang harus dilakukan pemerintah dalam meredakan konflik yang terjadi di tanah Papua harus dilakukan secara persuasif, yakni mengedepankan dialog.

Yudi meminta pemerintah untuk aktif menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh adat dan agama di Bumi Cendrawasih itu. Sebab, masyarakat akan manut ketika mendengar masukan dari mereka.

"Jadi kita harus mengaktifkan peran-peran tokoh agama untuk ikut serta menyelesaikan kasus Papua," kata Yudi di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (31/8/2019).

Baca Juga: Mahfud MD: Tak Boleh Ada Referendum Papua! 

Demo Papua Foto: Ant

Selain itu, kata dia, aparatur-aparatur negara yang bertugas di sana harus melakukan pendekatan secara humanis agar masyarakat tersentuh. Selama ini, ia melihat pemerintah hanya gembor-gembor menggelontorkan uang tanpa adanya pendekatan kemanusiaan.

"Jadi, tidak cukup dengan asal kasih uang, tapi kasih hati juga," ujarnya.

Ia menambahkan, dirinya menentang keras adanya tindak perilaku represif yang dilakukan oleh prajurit TNI dalam menghadapi rakyat Papua.

"Problem kita selalu menekankan teknologi persenjataan dalam menghadapi masalah. Tapi hati ini harus disiapkan oleh aparatur negara dalam menenangkan hati rakyat," katanya.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 30 Tersangka Kerusuhan di Jayapura 

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement