nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Digegerkan Penemuan Tengkorak Manusia di Kebun Tebu

Bramantyo, Jurnalis · Selasa 03 September 2019 21:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 03 512 2100263 warga-digegerkan-penemuan-tengkorak-manusia-di-kebun-tebu-gqG5fNDXK4.jpg Warga dan polisi saat melihat kerangka manusia (foto: ist)

SUKOHARJO – Penemuan kerangka manusia di Kebun Tebu Genengsari, Polokarto, Sukoharjo, mengejutkan warga.

Informasi yang dihimpun Okezone, kerangka manusia itu pertama kali ditemukan oleh salah satu warga yang saat itu tengah berada di lokasi tebu, pada Senin 2 September 2019. Penemuan tersebut tersebar di beberapa titik sekitar lokasi. Dugaan sementara, kerangka tersebut adalah seorang perempuan yang telah lanjut usia.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Yoga Gede Sanjaya mengatakan pihaknya belum bisa memastikan kerangka manusia yang ditemukan itu berjenis kelamin perempuan atau laki-laki.

Meskipun, sebelum kerangka manusia itu ditemukan di kebun tebu, ada warga yang telah melaporkan pada pihak kepolisian. Namun, untuk memastikan apa jenis kelamin dari kerangka manusia yang ditemukan di kebun tebu, kerangka itu sudah dikirim ke rumah sakit Moewardi, Solo.

 tengkorak

"Saat ini kami sedang di Rumah Sakit Moewardi Solo, menunggu keluarga tersebut. Hasil tes DNA belum keluar," jelas Yoga saat dihubungi, Selasa (3/9/2019).

"Kemungkinan tulang ada yang berpindah karena dipindah oleh hewan, mengingat lahan tebu tempat ditemukannya kerangka tidak pernah dijamah orang," sambungnya.

Dari hasil olah TKP, selain tulang manusia, polisi menemukan sepotong kain jarit tak jauh dari titik awal lokasi penemuan kerangka. Diduga kain jarit tersebut yang dipakai korban sebelum meninggal.

"Diduga korban bernama Pariyem, warga Genengsari. Korban dilaporkan hilang oleh keluarga sejak tiga bulan lalu ke Polsek Polokarto," ucap Yoga.

Namun, untuk memastikan identitas korban, yang disebut punya penyakit linglung dan binggung ini, polisi akan melakukan uji DNA dengan mengambil sampel dari warga yang mengaku sebagai keluarga korban.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini