nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gelar Operasi Patuh Candi 2019, Polisi Dapati Pengendara Mabuk

Minggu 15 September 2019 12:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 15 510 2105015 gelar-operasi-patuh-candi-2019-polisi-dapati-pengendara-mabuk-ySIXquaiPb.jpg Foto Ilustrasi Okezone

KARANGANYAR - Pengendara sepeda motor tanpa mengenakan helm mendominasi pelanggaran lalu lintas dalam operasi patuh candi 2019 yang berlangsung 29 Agustus-11 September lalu. Diproses pula kasus tindak pidana lain yang melibatkan pengemudi.

"Kita memproses tindak pidana ringan (tipiring) terhadap pengendara yang mabuk. Barang buktinya berupa miras yang sudah kita serahkan ke pengadilan," kata Kanit Turjawali Iptu Anggoro mewakili Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Faris Budiman kepada wartawan, seperti dilansir KRJogja.com.

Total tilang yang diterbitkan sebanyak 4.222 lembar. Surat tilang tersebut selain dilayangkan terbanyak ke pengemudi sepeda motor tanpa helm juga ke pengemudi berusia di bawah umur dan tanpa kelengkapan surat berkendara.

tilag

Anggoro mengatakan, jumlah mobil terkena tilang cukup tinggi. Hingga tanggal 10 September, jumlahnya 606 unit mobil. Jika dibanding pada operasi serupa di 2018, jumlah pelanggar lalu lintas pada tahun ini meningkat tajam.

"Tahun lalu 2.300 tilang. Naiknya hampir 70 persen. Sedangkan yang ditilang karena menggunakan knalpot tidak standar sebanyak 200 sepeda motor," katanya.

Mengenai tingkat kecelakaan, ia menghitung terjadi 19 kejadian di jalan raya. Jumlah itu menurun dibanding tahun lalu sebanyak 20 kejadian. Hanya saja, kecelakaan pada tahun lalu selama operasi tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan tiga orang luka berat. "Sedangkan tahun ini nihil korban luka maupun meninggal," katanya.

tilang

Dia menyebut 50 pengendara sepeda motor terjaring razia karena menggunakan ponsel saat berkendara. Dari jumlah itu, 30 diantaranya pengemudi ojek online (ojol).

Pantauan di kantor Satlantas, sejumlah remaja memasang kembali knalpotnya pada sepeda motor kena tilang. Mereka dipersilakan membawanya pulang asalkan spesifikasi standar.

"Saya cuman iseng dan ikut-ikutan teman memasang knalpot brong. Kena razia malah di sekolah, sewaktu sosialisasi Satlantas. Keadaan motor knalpot enggak standar dan lupa bawa STNK," kata seorang pelajar terjaring razia, Al (16).

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini