OJEK online telah jadi kebutuhan yang melekat bagi warga Ibu Kota. Kemudahan yang ditawarkannya tak dapat dipungkiri. Berbekal berbagai promo ‘bakar duit’ aplikator, pengguna bisa sampai ke tempat tujuan dengan harga lebih murah dari moda transportasi lain.
Di balik berbagai kemudahannya, ojek online menambah kemacetan di Jakarta. Tidak hanya di jalanan, tapi kemacetan yang ditimbulkan juga di tempat-tempat keramaian seperti stasiun dan pusat perbelanjaan.
Stasiun Tanah Abang misalnya, setiap jam berangkat dan pulang kerja, puluhan pengendara ojol berjejer di Jalan Jatibaru, Jakarta Pusat. Keberadaan mereka yang menunggu di pinggir jalan membuat arus lalu lintas terhambat.
Kemacetan lebih parah terjadi di sekitar Stasiun Palmerah, Jakarta Barat. Ukuran jalan yang tak terlalu lebar diperparah dengan tukang ojol yang ‘ngetem’ hingga setengah badan jalan.
Anies yang mengecek kondisi di sekitar Stasiun Palmerah bahkan menyebut biang kemacetan di sana adalah ojek online. "Saya temukan tadi pagi di Palmerah itu banyak sekali ojek parkir jalanan jadi macet," kata Anies, Selasa 18 September 2018.
Sondang, seorang warga menganggap kondisi di sekitar stasiun sangat semerawut. Dia merasa aktivitasnya terganggu akibat tukang ojol yang mangkal sembarangan.

"Iya sih, serabutan banget, jadi ganggu untuk aktivitas," kata Sondang saat berkomentar untuk iNews TV.
Pengemudi ojek online bahkan baru-baru ini jadi sorotan karena memarkir kendaraannya berderet di sepanjang jalur khusus sepeda. Sementara pengemudi ojek online duduk berkumpul di trotoar jalan. Padahal jalur sepeda tersebut baru saja diresmikan oleh Anies Baswedan.
Langkah Hukum
Pemprov DKI bersama Ditlantas Polda Metro Jaya menggelar operasi Lingkar Badai untuk menertibkan ojek online yang kerap mangkal di badan jalan di kawasan stasiun, halte busway hingga pusat aktivitas lainnya yang memunculkan kemacetan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pengemudi ojek online terpantau mangkal setiap pagi dan sore hari, saat volume kendaraan meningkat.
"Di situ ada anggota kami yang melingkar, misalnya di Sudirman-Thamrin dan Merdeka Barat itu mereka mengatur ojol untuk tidak parkir di lokasi-lokasi tadi. Sehingga mereka akan didorong untuk keluar dari titik yang menyebabkan kemacetan," kata Syafrin di Balai Kota, Jakarta, Rabu 7 Agustus 2019.
Menurut dia, Dishub yang bekerjasama dengan Ditlantas Polda Metro Jaya juga telah melakukan penindakan hukum terhadap oknum ojol yang kerap membuat kemacetan. "Dua pola ini sudah kami lakukan karena penangangan jangka pendek dan mendesak," ujarnya.