nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tersangkut Kontroversi Pemakzulan Trump, Presiden Ukraina: Saya Tak Mau Campuri Pemilu AS

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 26 September 2019 14:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 26 18 2109620 tersangkut-kontroversi-pemakzulan-trump-presiden-ukraina-saya-tak-mau-campuri-pemilu-as-WQUGOEBymP.jpg Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Foto: Reuters)

NEW YORK – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak berkomentar mengenai percakapan teleponnya dengan Donald Trump, mengatakan bahwa semua informasi dari telepon itu ada di dalam transkrip yang dirilis. Zelensky juga mengatakan bahwa dia tidak ingin mencampuri pemilihan umum AS dengan memberikan lebih banyak informasi lagi.

Trump merilis transkrip panggilan teleponnya pada Juli dengan Zelensky setelah DPR AS meluncurkan penyelidikan terkait tuduhan kubu Demokrat bahwa Trump telah menekan Zelensky untuk membuka kembali penyelidikan terhadap putra Joe Biden, yang diduga melakukan korupsi di Ukraina. Transkrip itu merinci percakapan di mana Trump meminta Zelensky untuk "menyelidiki" kasus itu, tetapi tidak mengungkapkan tekanan atau pengaturan quid-pro-quo.

BACA JUGA: DPR AS Luncurkan Penyelidikan Pemakzulan Trump

Dengan anggota DPR AS dari Partai Demokrat berusaha memakzulkan Trump, Zelensky dan Presiden AS itu pada Rabu di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York untuk membahas kontroversi tersebut.

"Itu normal," kata Zelensky tentang percakapannya dengan Trump sebagaimana dilansir RT, Kamis (26/9/2019). "Anda membaca semuanya".

"Saya tidak ingin terlibat dalam pemilihan umum yang terbuka dan demokratis di AS," tambah Zelensky saat ditanya apakah dia merasa tertekan untuk menyelidiki Joe dan Hunter Biden.

Demokrat menuduh Trump menekan Zelensky untuk membantunya melakukan kampanye hitam terhadap lawannya pada pemilihan umum 2020. Sementara Trump menuduh Joe Biden telah memaksa pihak berwenang Ukraina untuk membatalkan kasus korupsi terhadap putranya, dengan menggunakan ancaman untuk menangguhkan bantuan militer ke negara itu saat dia masih menjabat sebagai wakil presiden.

BACA JUGA: Trump Minta Presiden Ukraina Selidiki Capres Partai Demokrat

Zelensky mengatakan pada wartawan bahwa dia tidak menekan pihak berwenang di Ukraina terkait penyelidikan yang melibatkan putra Biden.

"Saya ingin dia melakukan apa pun yang dia bisa dalam hal korupsi," kata Trump tentang Zelensky. "Ketika putra Biden pergi dengan jutaan dolar dari Ukraina, dan dia tidak tahu apa-apa, itu korupsi."

Inti dari argumen Demokrat terhadap Trump adalah kenyataan bahwa ia menangguhkan hampir USD400 juta bantuan militer AS ke Ukraina beberapa hari sebelum pembicaraan dengan Zelensky. Namun, Trump bersikeras bahwa pembayaran itu akhirnya dilakukan, dan ditangguhkan dalam upaya untuk memaksa sekutu Eropa-nya untuk membayar bagian yang adil.

Dalam pertemuan di New York itu, Trump memuji Zelensky atas upayanya menenangkan ketegangan dengan Rusia, termasuk pertukaran tahanan awal bulan ini.

"Saya benar-benar berharap Anda dan Presiden Putin dapat bersama dan menyelesaikan masalah Anda," kata Trump. "Itu akan menjadi prestasi luar biasa."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini