Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ditangkap Polisi, Sony Santoso Pernah Jadi Caleg hingga Tugas di Kemenko Polhukam

Isty Maulidya , Jurnalis-Senin, 30 September 2019 |13:58 WIB
Ditangkap Polisi, Sony Santoso Pernah Jadi Caleg hingga Tugas di Kemenko Polhukam
Kediaman Sony Santoso yang Digeledah Polisi di Taman Royal 2 Cipondoh, Tangerang (foto: Okezone/Isty Maulidya)
A
A
A

TANGERANG- Salah seorang terduga rencana kerusuhan di Aksi Mujahid 212 Sony Santoso (SS) merupakan purnawirawan TNI Angkatan Laut, dan sempat bertugas di Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) sebelum masa pensiun.

Sony diduga mengkoordinir rencana kerusuhan dengan menggunakan bom molotov dan juga granat nanas. Menanggapi hal itu, Abdul Hakim, anak pertama Sony Santoso menerangkan, selepas pensiun ayahnya berprofesi sebagai dosen hukum di Universitas Methodist Indonesia, Medan. Selain itu, ayahnya juga seringkali menjadi dosen tamu di beberapa univeritas dan kerap melakukan seminar kebangsaan.

Baca Juga: Dosen Jadi Pemimpin Komando untuk Merusuh di Aksi Mujahid 212 

"Ayah saya sebelum pensiun sempat tugas di Kemenko Polhukam divisi penanganan pemberdayaan masyarakat waktu masa jabatannya Pak Luhut. Setelah pensiun baru jadi dosen, ayah saya itu juga sering jadi narasumber seminar kebangsaan" ujar Hakim saat ditemui di kediamannya, Senin (30/9/2019).

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Selain itu, Sony Santoso juga sempat maju sebagai calon legislatif di DPRD Banten lewat Partai Berkarya. Hal tersebut juga diakui oleh keluarga Sony. Meskipun menjadi caleg, keluarga mengaku bahwa Sony sangat demokratis terhadap pilihan politik keluarganya.

"Iya benar ayah saya sempat jadi caleg DPRD Banten lewat Partai Berkarya. Tapi, dia tidak pernah memaksakan pilihan politiknya pada keluarga. Jadi soal pilihan ya masing-masing saja," ujarnya.

Hakim mengaku kaget dengan penangkapan ayahnya yang diduga berencana melakukan kerusuhan dengan bom molotov. Menurutnya, sang ayah merupakan sosok yang demokratis dan juga selalu mengingatkan untuk menjaga persatuan negara. Terlebih lagi, dia sangat mengetahui materi kuliah yang dibawakan oleh ayahnya.

Baca Juga: Hendak Mengacau Aksi Mujahid 212 dengan Bom Molotov, 6 Orang Ditangkap 

Rumah Sony Santoso di Tangerang Usai Digeledah Polisi (foto: Okezone/Isty Maulidya)

"Kaget dong, saya tidak percaya ayah saya seperti itu. Karena saya tahu persis materi yang sering dibawakan ayah saya. Ya soal pengamalan pancasila, kebhinekaan, hal-hal seperti itu lah. Kan saya sering bantuin bikin presentasinya" tutur Hakim.

Sebelumnya, polisi telah mengamankan 6 orang yang diduga berencana melakukan kerusuhan pada aksi Mujahid 212 menggunakan bom molotov. Mereka diamankan di wilayah Cipondoh Tangerang, pada Sabtu, 28 September 2019. Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi melakukan investigasi dan pengamatan di kediaman Sony Santoso di daerah Cipondoh, Kota Tangerang.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement