Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Fadli Zon Harus Siap Di-Bully jika Jadi Menteri Jokowi

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Minggu, 06 Oktober 2019 |14:01 WIB
Fadli Zon Harus Siap Di-Bully jika Jadi Menteri Jokowi
Fadli Zon (Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Fadli Zon diisukan masuk dalam bursa calon menteri kabinet Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting, Pangi Syawri Chaniago mengatakan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu harus siap di-bully jika isu tersebut menjadi kenyataan.

Fadli Zon selama ini termasuk vokal dalam mengkritik Jokowi. Ini tak lepas dari posisi Gerindra yang selalu oposisi atau berseberangan dengan pemerintah.

Namun, kini Gerindra mulai terlihat menyatu dengan partai-partai pendukung Jokowi, meninggalkan PKS sendiri sebagai oposisi. Sejurus kemudian nama Fadli Zon muncul diisukan sebagai calon menteri Jokowi dari partai besutan Prabowo Subianto.

Baca juga: Kata Gerindra soal Isu 3 Kadernya Bakal Jadi Menteri Jokowi

Pangi menilai dalam dunia politik wajar jika seorang oposan yang vokal mengkritik pemerintah tiba-tiba direkrut dalam kabinet pemerintahan.

"Ini lumrah dalam politik, selama ini mengkritik tiba-tiba masuk ke pemerintah dan menjadi menteri, itu hal yang wajar saja," kata Pangi kepada Okezone, Minggu (6/10/2019).

 Pangi Syarwi

Pangi Syarwi Chaniago (Okezone)

Tapi, Fadli Zon, menurut Pangi, harus siap secara mental menerima kritikan atau serangan karena sikapnya yang dianggap tak konsisten.

Baca juga: Fadli Zon Diisukan Bakal Jadi Menteri Jokowi, PPP: Biar Tahu Rasanya Dikritik

"Karena dia inikan dulu sangat vokal terdepanlah mengkritik pemerintah, menjadi oposisi," ucapnya.

“Rekam jejak digital itu sadis sekali. Nah ketika dia di-bully kemudian tidak baper (bawa perasaan) dan dia siap dengan kondisi, dengan keadaan di posisi itu, bahkan diolok-olok sama orang yang sebelumnya melihat dia vokal kmeudiam berubah 180 derajat."

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement