nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setelah 40 Tahun, Perempuan Iran Diizinkan Masuk Stadion Sepak Bola

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 13:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 09 18 2114721 setelah-40-tahun-perempuan-iran-diizinkan-masuk-stadion-sepak-bola-JKkvXKNbcy.jpg PErempuan Iran menyamar menjadi laki-laki untuk masuk stadion sepak bola. (Foto/BBC)

TEHERAN – Perempuan Iran diizinkan menonton sepakbola di stadion setelah federasi sepak bola dunia (FIFA) mengancam akan menangguhkan Tim Nasional Pria Iran dari ajang turnamen FIFA.

Iran telah melarang perempuan untuk menontotn sepak bola di stadion selama sekitar 40 tahun. Ulama-ulama Iran berpendapat para perempuan mereka harus dilindungi dari atmosfer maskulin.

FIFA bulan lalu memerintahkan Iran untuk mengizinkan perempuan masuk ke stadion tanpa batasan.

Arahan itu muncul setelah seorang penggemar sepak bola yang dijuluki "Gadis Biru" meninggal setelah membakar dirinya sendiri karena takut dipenjara karena berpakaian seperti anak laki-laki untuk menonton pertandingan sepak bola di stadion.

Keputusan itu direspons dengan cepat oleh para wanita dengan membeli tiket kualifikasi Piala Dunia 2022 Iran melawan Kamboja di Stadion Azadi Teheran.

Baca juga: Wanita Iran Bakar Diri karena Dilarang Masuk Stadion Sepak Bola

Periode penjualan pertama terjual habis dalam waktu kurang dari satu jam, dan kursi tambahan juga habis dalam waktu singkat, kata media pemerintah.

Foto/PA

Seorang pejabat kementerian olahraga mengatakan stadion berkapasitas 100.000 yang namanya berarti "Kebebasan" siap menampung lebih banyak perempuan.

Salah satu dari 3.500 wanita yang mendapatkan tiket adalah Raha Poorbakhsh, seorang jurnalis sepak bola.

"Saya masih tidak percaya ini akan terjadi karena setelah bertahun-tahun bekerja di bidang ini, selalu menonton sepak bola di televisi, sekarang saya dapat menonton langsung," katanya mengutip AFP, Rabu (9/10/2019).

Gadis biru

Poorbakhsh mengatakan masih banyak para perempuan yang tidak mendapatkan tiket dan beberapa dari mereka berasal dari tempat yang jauh seperti Ahvaz di Iran selatan.

Nantinya para perempuan akan dipisahkan dari pria dan diawasi oleh 150 petugas polisi wanita, menurut kantor berita Fars.

Orang-orang di Teheran mengatakan mereka mendukung keputusan untuk mengizinkan wanita masuk ke stadion.

"Saya ingin ada kebebasan bagi perempuan, seperti laki-laki, untuk bebas dan bahkan duduk berdampingan tanpa batasan, seperti negara lain," kata seorang wanita yang hanya menyebut namanya Hasti.

Nader Fathi, yang menjalankan bisnis pakaian, mengatakan kehadiran perempuan bisa meningkatkan suasana di stadion.

Izin perempuan Iran bisa menonton di stadion bukan tanpa tragedi.

Sahar Khodayari meninggal bulan lalu setelah membakar dirinya di luar pengadilan karena takut dipenjara karena menghadiri pertandingan.

I dijuluki "gadis biru" karena warna-warna klub yang didukungnya, Esteghlal FC, dia dilaporkan ditahan tahun lalu ketika mencoba memasuki stadion dengan berpakaian seperti anak laki-laki.

Kematiannya memicu kemarahan. Banyak warga Ira meminta FIFA untuk melarang Iran berkompetisi.

Juru bicara kehakiman Gholamhossein Esmaili pada saat itu menolak laporan bahwa dia telah diberitahu bahwa dia akan dipenjara selama enam bulan. Ia menyebut itu sebagai "rumor dan desas-desus palsu".

Ayah Khodayari mengatakan kepada kantor berita Mehr bahwa dia tidak "mengorbankan" dirinya untuk alasan apa pun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini