Pembangunan sub-sektor peternakan merupakan bagian dari pembangunan sektor pertanian, dimana sektor ini memiliki nilai strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat atas bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, dan peningkatan rata-rata pendapatan penduduk Indonesia dan taraf hidup petani, peternak dan nelayan.
Dalam kesempatan ini, Menteri Amran memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Timur sebagai pembina UPSUS SIWAB terbaik provinsi di Indonesia.
“Terima kasih semua pihak yang telah bersinergi atas prestasi ini. Terus kita tingkatkan dan kita tularkan kepada provinsi yang berminat,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sesaat setelah menerima penghargaan.
Menurutnya peningkatan produktivitas ternak sapi di Jatim dilakukan dengan sistem perkawinan inseminasi buatan (IB). Data Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur, hingga bulan September 2019, dari target 1.300.000 ekor sapi telah terealisasi 1.396.000 ekor sapi atau capaiannya 107%.
Gubernur Jatim mengatakan Jawa Timur berkontribusi 43 persen terhadap populasi nasional, atau setara 1,3 juta ekor dari program UPSUS SIWAB ( Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting). Kelahiran pedet (anak sapi) hingga September 2019 adalah 843.807 ekor dan yang lahir kembar 478 ekor sapi, yaitu 235 ekor dengan kelamin jantan dan 243 ekor betina dari 28 kabupaten empat kota dan yang paling banyak dari Kabupaten Tuban. (ADV)
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.