nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dituding Terlibat Jual Narkoba Sitaan, Kepala Kepolisian Filipina Mundur

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 14 Oktober 2019 14:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 14 18 2116632 dituding-terlibat-jual-narkoba-sitaan-kepala-kepolisian-filipina-mundur-RZOvtW89xT.jpg Osca Albayalde. (Foto/Reuters)

MANILA - Kepala Kepolisian Filipina Oscar Albayalde mengundurkan diri pada Senin (14/10/2019) kurang dari sebulan sebelum pensiun, setelah ia dituding terlibat menjual narkoba sitaan, sebuah tuduhan yang dapat merusak kampanye anti-narkotika pemerintah.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah melakukan perang narkoba kampanye, sebuah langkah yang memicu kemarahan internasional karena banyaknya korban tewas.

Dalam kesaksian yang telah menimbulkan pertanyaan tentang kampanye pemerintah, saksi dalam penyelidikan Senat menuduh Kepala Polisi Oscar Albayalde melindungi petugas yang menjual narkotika sitaan ke pasar gelap.

Baca juga: Wanita Indonesia Tertangkap Bawa Narkoba Senilai Rp39 Miliar di Filipina

Baca juga: Tampil "Berantakan" saat Bertemu PM Rusia, Duterte Disebut Mirip "Orang Teler"

Albayalde membantah tuduhan itu dan lebih pengunduran diri. Ia mengatakan pengunduran dirinya ingin memberi jalan bagi kepala polisi baru.

"Setelah berpikir dan berunding dengan cermat, saya sampai pada keputusan untuk melepaskan jabatan saya sebagai kepala Kepolisian Nasional Filipina," kata Albayalde dalam pidatonya mengutip Reuters.

Albayalde, mengepalai pasukan berkekuatan 191.000 petugas di bawah Duterte. Ke-13 petugas di bawahnya dituduh mencuri sekitar 160 kg narkotika yang disita pada 2013.

Albayalde mencegah pemecatan ke-13 petugas yang dituding tersebut.

Juru bicara kepresidenan Salvador Panelo mengatakan kepada saluran berita ANC, mungkin Albayalde mengundurkan diri karena dia sudah lelah dengan tuduhan serta sindiran.

"Dia ingin menyelamatkan seluruh organisasi dari spekulasi apa pun, buruk atau salah tentang dirinya dan organisasi," kata Panelo.

Albayalde dijadwalkan pensiun pada 8 November.

Polisi mempelopori kampanye anti-narkoba. Mereka mengatakan mereka telah membunuh lebih dari 6.700 tersangka pengedar narkoba yang menolak diangkap, dan menyangkal terlibat.

Ribuan pembunuhan, kebanyakan orang miskin di kota, telah mengkhawatirkan kelompok hak asasi. Dewan Hak Asasi Manusia yang beranggotakan 47 orang pada bulan Juli menyetujui resolusi untuk menyelidiki tindakan keras tersebut.

Duterte mengutuk investigasi yang diusulkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini