nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Paedofil Pelaku Pencabulan 200 Bocah Tewas Ditusuk di Penjara

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 12:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 15 18 2117085 paedofil-pelaku-pencabulan-200-anak-di-malaysia-tewas-ditusuk-di-penjara-YjqY5BaXoH.jpg Richard Huckle. (Foto: BBC)

YORK - Pria Inggris yang ditahan atas ratusan kejahatan seksual terhadap anak-anak di Malaysia telah ditemukan tewas ditusuk di penjara.

Richard Huckle, 33 tahun, dari Ashford, Kent diduga telah melakukan pencabulan hingga 200 anak-anak. Pada 2016, dia dijatuhi 22 hukuman seumur hidup setelah mengakui 71 dakwaan pelecehan seksual terhadap anak-anak berusia antara enam bulan dan 12 tahun, antara 2006 dan 2014.

BACA JUGA: Paedofil Divonis 22 Hukuman Seumur Hidup Setelah Cabuli 200 Bocah

Dia diketahui diserang pada Minggu di selnya di Penjara Full Sutton, dekat York, Inggris. Senjata yang digunakan pelaku dideskripsikan sebagai pisau buatan tangan.

BBC melaporkan, polisi dipanggil tak lama setelah pukul 12:30 malam waktu setempat dan telah meluncurkan penyelidikan atas kematian Huckle, yang mereka anggap mencurigakan.

Pada pengadilan di Old Bailey pada 2016, penyelidik mengatakan menemukan lebih dari 20.000 gambar dan video tidak senonoh terkait serangan Huckle terhadap para korbannya saat mengecek komputernya.

Foto-foto dan video tersebut dibagikan kepada para paedofil di seluruh dunia melalui situs jejaring tersembunyi di web gelap.

Huckle, yang bekerja sebagai fotografer lepas, mencoba membuat bisnis dari pelecehannya dengan mendanai (crowd-funding) perilisan foto-foto tersebut. Dia menyusun manual paedofil pada saat penangkapannya pada 2014.

BACA JUGA: Rekam Jejak Huckle, Predator 200 Bocah Asia

Pada akhir persidangannya, Hakim Peter Rook mengatakan hukuman Huckle mencerminkan "kebencian publik" atas "kampanye pemerkosaannya" yang dia lakukan.

"Sangat jarang memang bahwa seorang hakim harus menghukum pelanggaran seksual oleh satu orang pada skala seperti ini," katanya saat itu.

Huckle ditangkap di Bandara Gatwick oleh pejabat National Crime Agency pada Desember 2014, setelah mendapat informasi dari pihak berwenang Australia. Dia menampilkan dirinya sebagai seorang Kristen yang taat dan pertama kali mengunjungi Malaysia pada tahun jeda pengajaran ketika dia berusia 18 atau 19 tahun.

Dia pergi untuk merawat (grooming) anak-anak sambil melakukan pekerjaan sukarela.

Menurut situs web Kementerian Kehakiman, Full Sutton adalah penjara pria dengan keamanan maksimum sekira 11 mil sebelah timur York yang menampung "beberapa penjahat paling sulit dan berbahaya di Inggris".

Penjara itu memiliki kapasitas total sekira 550 tahanan, dan hanya menahan tahanan Kategori A, yang jika melarikan diri akan dianggap sangat berbahaya, dan tahanan Kategori B, yang melarikan diri harus dibuat "sangat sulit".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini