MARSEKAL TNI Hadi Tjahjanto. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 8 November 1963 itu kembali ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Panglima TNI. Sebelumnya, perwira tinggi TNI Angkatan Udara ini menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sejak tanggal 8 Desember 2017.
Kinerja Hadi Tjahjanto masih dibutuhkan Jokowi untuk menjaga stabilitas keamanan di Republik Indonesia. Keduanya dinilai memiliki 'chemistry', karena Hadi berhasil membumikan visi dan misi Jokowi dalam kepemimpinannya.
Baca juga: Jokowi Ungkap Alasan di Balik Nama Kabinet Indonesia Maju
Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone dari Wikipedia, Rabu (23/10/2019). Hadi merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU 1987. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara. Pengangkatannya sempat ramai di publik, karena Panglima TNI kedua yang berasal dari Angkatan Udara setelah Marsekal TNI Djoko Suyanto, pada 13 Februari 2006 lalu.

Hadi Tjahjanto lahir dari keluarga TNI AU. Ayahnya Serka Tek (Purn.) Bambang Sudarso berpangkat Kopral dengan pangkat terakhir Sersan Mayor (Tek), sedangkan ibundanya Nur Sa'adah hanya penjual rujak cingur. Saat mengeyam pendidikan SMP hingga SMA dengan mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ia dikenal sebagai siswa yang cerdas, hingga akhirnya ia memilih berkarir di TNI AU.
Baca juga: Ketua MPR: Kabinet Indonesia Maju seperti The Dream Team
Setelah lulus dari Akademi Angkatan Udara (AAU), dan dilantik sebagai perwira TNI AU dengan pangkat Letda oleh Presiden Soeharto pada 20 September 1986, Hadi mengawali kariernya di Skadron Udara 4 yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur.