nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aktivitas Guguran Lava Gunung Karangetang Masih Tinggi

Subhan Sabu, Jurnalis · Jum'at 25 Oktober 2019 23:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 25 340 2121889 aktivitas-guguran-lava-gunung-karangetang-masih-tinggi-08QhdVHc5F.jpeg Gunung Karangeteng (Foto: Ist)

SITARO - Aktivitas gunung api Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara masih terus bergejolak. Visual gunung hari ini kelihatan jelas dengan kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.

Asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 400 m di atas puncak kawah yang berketinggian 1784 mdpl itu.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang Yudia Tatipang menerangkan bahwa sinar api kawah utama terpantau dengan tinggi sekira 10-25 meter. Panjang leleran lava sekira 1000 m.

"Dari ujung leleran sering terjadi guguran lava pijar ke arah kali Nanitu dan Sesepe sekira 1000-1500 m dari puncak kawah utama. sedangkan guguran lava pijar dari puncak kawah utama ke arah kali Sense sekira 1000 - 1500 m. Leleran lava kali Pangih bara apinya teramati timbul tenggelam," ujar Tatipang, Jumat (25/10/2019).

Suara gemuruh lemah sampai sedang sering terdengar dan bunyi guguran lava terdengar lemah sampai sedang. Sinar api kawah dua tinggi sekira 10-25 m di dalam tiang kolom asap putih tebal tekanan gas sedang tinggi lk 150 m.

Ilustrasi

Aktivitas gempa guguran tecatat 61 kali dengan amplitudo 3-20 mm dengan durasi 40-150 detik. Gempa hembusan terjadi 2 kali dengan amplitudo 11-25 mm selama 25-30 detik. 2 kali terjadi gempa hybrid yang dengan amplitudo 5 mm selama 15 detik, S-P tercatat 0 detik. Gempa tektonik jauh terjadi 1 kali dengan kekuatan amplitudo 42 mm selama 80 detik, S-P tidak terbaca

"Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5-3 mm (dominan 1 mm). Aktivitas guguran lava masih tinggi. Status gunung masih siaga Level III," kata Tatipang.

Masyarakat dan pengunjung maupun wisatawan diminta agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 km. Dan dari kawah utama sejauh 3 km ke arah barat.

Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi baha ya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini