nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nyamar Jadi Polisi, Pria Ini Sebar Foto Bugil 'Kekasihnya' di Medsos

Kuntadi, Jurnalis · Kamis 31 Oktober 2019 00:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 30 510 2123806 nyamar-jadi-polisi-pria-ini-sebar-foto-bugil-kekasihnya-di-medsos-tCjmdp3FzK.jpg Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

KULONPROGO – Mengaku sebagai anggota polisi, AP (23) seorang residivis kasus pencurian mencoba memeras T, warga Kalibawang, Kulonprogo. Dia mengancam dan menyebarkan foto bugil dan video korban melalui media sosial. Kini pelaku terancam pidana enam tahun penjara karena melanggar UU ITE.

Kasus pelanggaran UU ITE ini terjadi pada awal September 2019. Pelaku berkenalan dengan korban melalui akun Facebook. Dari sana keduanya saling tukar nomor handphone (HP). Komunikasi melalui aplikasi WhatApp pun intens dilakukan keduanya.

Hingga akhirnya pelaku menggunakan foto editan berseragam polisi untuk meyakinkan korban, Pelaku yang awalnya hanya chatingan kemudian mengajak menggunakan video call. Dalam percakapan itulah, korban diminta melepas pakaiannya dan menunjukkan bagian-bagian sensitifnya. Tanpa disadari, video call ini direkam oleh pelaku.

Selang beberapa hari, pelaku meminta Rp5 juta ke korban. Jika tidak memenuhi, foto dan video korban akan disebar melalui media sosial. Lantaran tidak dipenuhi, pelaku menyebar foto dan video tersebut hingga kasus ini dibawa ke ranah hukum.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

“Jadi dia memeras korban, tetapi karena tidak dipenuhi dia menyebar foto ke media sosial,” ujar Kasubag Humas Polres Kulonprogo, AKP Sujarwo, Rabu (30/10/2019).

Dari laporan inilah petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelaku yang merupakan warga Desa Trisnomaju, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Namun saat tim ke sana, pelaku justru sudah ditangkap oleh polres setempat dalam kasus pencurian.

“Tersangka belum bisa dibawa ke sini, menunggu proses hukum di sana,” ucapnya.

Kanit Reskrim Polsek Kalibawang Iptu Hadi Purwanto mengatakan, pihaknya mengamankan barang bukti dua buah HP milik pelaku. Satu dipakai untuk menelefon dan satunya dipakai untuk merekam.

“Foto profilnya hasil editan foto polisi berseragam dan hanya diganti wajahnya,” ujar Hadi.

Dia menambahkan, tersangka juga memiliki akun lain dengans seragam TNI. kuat dugaan juga akun tersebut dipakai untuk memeras korban yang lain.

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 27 Ayat (1) Juncto Pasal 45 Ayat (1) UU ITE dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini