JAKARTA - Polda Metro Jaya menelusuri pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank DKI diketahui dilakukan sejak April hingga Oktober 2019. Kerugian yang dialami Bank DKI sudah mencapai Rp50 miliar.
"(Pembobolan) Beberapa kali dilakukan sejak April hingga Oktober," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Jakarta, Jumat (22/11/2019).
Baca Juga: Bobol Bank DKI Rp32 Miliar, 12 Anggota Satpol PP Terancam Dipecat
Kata Yusri, pembobolan berawal seorang oknum Satpol PP DKI hendak menarik uang dari rekening bank swasta melalui ATM Bank DKI. Saat mengambil sejumlah uang di rekeningnya hanya terpotong Rp4 ribu.

Lantaran merasa diuntungkan, oknum Satpol PP itu langsung menyebarkan adanya kejanggalan sistem pada mesin ATM Bank DKI kepada teman-temannya. Pemeriksaan pun sudah dilakukan terhadap Manajemen Bank DKI.
"Kerugian sampai saat ini, (berdasarkan) hasil audit sekitar Rp50 miliar. Manajemen dari Bank DKI sudah dilakukan pemeriksaan. Mereka masih memverifikasi kira-kira kesalahan apa yang terjadi dalam sistem ini, masih didalami tim dari Bank DKI," ujarnya.
Baca Juga: Polisi Duga Pembobol ATM Bank DKI Rp32 Miliar Berjumlah 41 Orang
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.