JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja menunjuk tujuh staf khusus (stafsus) yang berlatar belakang milenial. Wakil Ketu Umum Partai Gerindra Fadli Zon menganggap mereka cuma pajangan.
"Cuma lipstik aja, pajangan aja lah itu," kata Fadli usai menghadiri acara bedah buku dan diskusi panel "PKI Dalang dan Pelaku Kudeta G30S/1965" di Gedung Lemhanas, Jakarta, Sabtu (23/11/2019).
Fadli mengatakan seharusnya Jokowi dapat merekrut staf tanpa melihat usia, tetapi berdasarkan kinerjanya. "Kita mau melihat kinerja orang pada kapasitas-kapabilitas, tidak melihat umur, harusnya," tandas dia.

"Best of the best. Cari orang yang punya kapasitas, kapabilitas, integeritas dan tepat. Atau right man atau right woman in the right place," sambung Fadli.
Jokowi, kata Fadli, juga dinilai inkonsisten dengan komitmennya yang ingin merampingkan birokrasi. "Ya itulah pak Jokowi memang konsisten dengan inkonsistensinya. Apa yang diomongkan kadang-kadang beda dengan yang dilakukan," pungkas Fadli.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.