nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Angkasa Pura I Raih Rating Gold di Asia Sustainability Reporting Rating 2019

Senin 25 November 2019 15:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 25 244 2134181 angkasa-pura-i-raih-rating-gold-di-asia-sustainability-reporting-rating-2019-Ii6dWWdG6Q.jpg Foto: Angkasa Pura

Beberapa inisiatif pada kegiatan operasional yang berbasis lingkungan yang dilakukan Angkasa Pura I antara lain:

  • Melakukan pelaporan karbon yang dihasilkan di semua 13 bandara melalui platform ACERT (ACI's Airport Carbon and Emissions Reporting Tool) setiap 6 bulan. Platform ini memudahkan Angkasa Pura I dalam mereview pengelolaan energi.
  • Melakukan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam setiap pembangunan di kawasan bandara, baik kawasan sisi darat (landside) maupun sisi udara (airside).
  • Menyediakan instalasi fasilitas pengelolaan air hujan, daur ulang air limbah, pengukuran emisi kendaraan, dan pengelolaan sampah/ waste management.
  • Implementasi konsep arsitektur penerangan terminal pada bandara dan terminal bandara baru.
  • Instalasi LED floods lights untuk penerangan area apron, sistem sensor pada peralatan, panel surya, dan pendingin dengan bantalan magnetic sentrifugal. Semua ini digunakan sebagai solusi alternatif dalam penghematan energi.
  • Angkasa Pura I juga melakukan kajian habitat management untuk memastikan pembangunan dan operasional bandara tidak mengganggu biodiversity dan memitigasi bahaya (hazard) yang ditimbulkan oleh kehadiran hewan liar di kawasan bandara.

ASSRAT diinisiasi oleh National Center for Sustainability Reporting (NCSR), lembaga di Indonesia yang terafiliasi dengan organisasi Global Reporting Initiative (GRI) yang berpusat di Belanda.

"ASSRAT memberikan rating dalam 4 peringkat yaitu Platinum (paling tinggi), Gold, Silver dan Bronze (paling rendah) kepada perusahaan-perusahaan terbaik yang telah berhasil mengkomunikasikan kinerja keberlanjutan kepada pemangku kepentingan melalui laporan keberlanjutan," tambah Ketua NCSR, Ali Darwin.

Tahun ini, proses penilaian laporan dilakukan oleh 50 assessor, yang merupakan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan telah memiliki sertifikat spesialis laporan berkelanjutan yang dikeluarkan oleh NCSR. Adapun peserta ASRRAT tahun ini berjumlah 50 perusahaan terdiri dari Indonesia 41 organisasi/perusahaan, Bangladesh 2 perusahaan, Malaysia 3 perusahaan, Singapore 2 perusahaan dan Filipina 2 perusahaan.

"Hasil rating yang diperoleh ini dapat digunakan oleh instansi lain seperti Kementerían Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menilai keandalan aspek lingkungan suatu perusahaan. Untuk pihak Bank, rating ini mampu menilai sampai sejauh mana risiko lingkungan dan risiko sosial suatu perusahaan harus diperhitungkan dalam pemberian kredit,” jelas, Ali Darwin. (adv) (Wil)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini