nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teror Melbourne saat Natal, Pria Ini Berpikir Keren jika Melakukan Serangan Bom

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 29 November 2019 16:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 29 18 2136011 teror-melbourne-saat-natal-pria-ini-berpikir-keren-jika-melakukan-serangan-bom-whHNZCGTZp.jpg Kota Melbourne, Australia. (Foto/Reuters)

MELBOURNE - Tiga pria dipenjara karena merencanakan serangan teror di Melbourne, Australia.

Para penyerang melansir BBC, Jumat (29/11/2019) terinspirasi oleh serangan Negara Islam atau ISIS. Ketiga pria berniat melakukan serangan menggunakan parang dan bahan peledak pada 2016.

Pengadilan memenjarakan Abdullah Chaarani dan Ahmed Mohamed selama 38 tahun. Sementara Hamza Abbas dipenjara selama 22 tahun.

Pria-pria itu, semuanya berusia 20-an, dihukum pada tahun lalu setelah mengakui kejahatan mereka.

"[Rencana itu] merupakan serangan terhadap nilai-nilai fundamental masyarakat kita," kata Hakim Christopher Beake di Mahkamah Agung Victoria.

Baca juga: Berpose dengan Mayat Anggota ISIS, Prajurit Pasukan Khusus AS Terancam Dipecat

Baca juga: Turki Mulai Pulangkan Anggota ISIS ke Negara Asal

Orang keempat, Ibrahim Abbas, dipenjara selama 24 tahun tahun lalu karena yang berperan sebagai pemimpin kelompok itu.

Apa yang sudah direncanakan?

Para jaksa penuntut mengatakan bahwa orang-orang itu bertujuan untuk menargetkan Federation Square, Stasiun Flinders Street, dan landmark lainnya di pusat kota.

Mereka telah merencanakan untuk membunuh orang menggunakan parang, senjata, dan rompi peledak improvisasi. Namun rencana mereka berhasil digagalkan polisi yang berhasil mengetahui rencana serangan melalui SMS dan email kelompok tersebut.

Mohamed kemudian mengatakan kepada pengadilan bahwa dia pikir serangan bom akan "keren".

Dia dan Chaarani bersaksi bahwa mereka telah diradikalisasi setelah menonton video ISIS secara online.

Pengacara Hamza Abbas berpendapat bahwa ia memiliki "keterbatasan intelektual" dan belum memahami sejauh mana rencana saudaranya Ibrahim Abbas. Dia diberi periode bebas-pembebasan bersyarat setelah menjalani hukuman selama 16 tahun.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini