JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menilai amandemen UUD 1945 tidak diperlukan dalam waktu dekat. Pihaknya pun akan mengkaji secara mendalam terhadap hal itu.
"Amandemen dalam waktu dekat tidak perlu. Kita akan mengkaji secara mendalam," kata Airlangga usai mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Ketum Golkar di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/12/2019).
Menko Bidang Perekonomian itu lalu berbicara tentang instabilitas perekonomian dunia. Menurutnya, perekonomian dunia yang saat ini masih bisa 'napas' berada di ASEAN.
"Artinya stabilitas politik ada di ASEAN dan stabilitas politik terbesar itu 50 persennya adalah di Indonesia. Jadi, Indonesia adalah udara untuk dunia maka stabilitas politik penting," ucap Airlangga.

Diwartakan sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan sejak awal sudah meminta amendemen UUD 1945 fokus pada masalah Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Jokowi menyayangkan rencana amendemen itu kini melebar ke masalah pemilihan, hingga masa jabatan presiden.
Baca Juga : Jokowi: Yang Ngomong Masa Jabatan Presiden 3 Periode Ingin Tampar Muka Saya
"Kan ke mana-mana seperti yang saya sampaikan. Jadi, lebih baik, tidak usah amendemen. Kita konsentrasi saja ke tekanan-tekanan eksternal yang bukan sesuatu yang mudah untuk diselesaikan," ujarnya.
Baca Juga : Mahfud MD Ogah Campuri Wacana Jabatan Presiden 3 Tahun
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.