PALEMBANG – Bus AKAP Sriwijaya terjun ke jurang dan masuk ke sungai sehingga mengakibatkan setidaknya 25 orang tewas. Kecelakaan bus itu diduga disebabkan rem blong.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Pagaralam, Iptu Rizky Mozam, mengungkapkan diduga rem pada bus itu blong sehingga menabrak tembok penahan sebelum terjun ke jurang.
"Dugaan sementara bus ini remnya blong sehingga menyebabkan kecelakaan. Sebelum masuk jurang, bus ini terlebih dahulu menabrak tembok penahan Liku Pematang dan jatuh ke bawah aliran Sungai Lematang," ujar Iptu Rizky Mozam, Selasa (24/12/2019).
Rizky mengatakan, ketinggian dari jurang ke sungai mencapai 80 meter. Pihaknya bersama pihak terkait terus mengevakuasi para korban.

"Ketinggian 80 meter. Kami akan melaksanakan pencarian sampai kemungkinan tidak diketemukan korban lagi. Untuk manifes yang kami terima ada 27 orang yang naik ke bus di PO, tapi di jalan jumlah penumpang bertambah," ucap Rizky.
Diberitakan sebelumnya, 25 orang tewas akibat bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang masuk ke jurang Liku Pematang, Desa Perahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Baca Juga : Menhub Akan Usut Penyebab Bus AKAP Masuk Jurang di Pagar Alam
Kecelakaan itu terjadi Senin (23/12/2019) pukul 23.30 WIB. Diketahui, bus tersebut melakukan perjalanan dengan jumlah penumpang awal sekitar 30 orang. Namun dalam perjalanan bertambah jadi 50 orang.
Baca Juga : Sopir dan Kernet Bus AKAP yang Masuk Jurang Tewas
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.