Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemakzulan Trump Panaskan Suhu Politik AS di Akhir Tahun

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 25 Desember 2019 |07:30 WIB
Pemakzulan Trump Panaskan Suhu Politik AS di Akhir Tahun
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters)
A
A
A

SUHU perpolitikan Amerika Serikat (AS) memanas di akhir tahun saat DPR memutuskan untuk memakzulkan (impeach) Presiden Donald Trump pekan lalu. Banyak pihak menilai pemakzulan Trump sebagai puncak pertikaian antara dua partai besar Negeri Paman Sam, Partai Demokrat dan Partai Republik.

Wacana pemakzulan mulai mengemuka pada September setelah pejabat intelijen yang tak dikenal melakukan, menulis sebuah surat berisi percakapan telepon antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang terjadi pada Juli 2019. Pembocor itu mengungkapkan dugaan bahwa Trump menyalahgunakan kekuasaannya dengan meminta Zelensky untuk menyelidiki salah satu calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden dan putranya Hunter.

BACA JUGA: Presiden AS Donald Trump Dimakzulkan

Dalam percakapan telepon itu, Trump meminta Ukraina menyelidiki Hunter yang menjabat sebagai anggota dewan direksi perusahaan gas alam Ukraina, Burisma atas dugaan penggelapan pajak. Trump dituduh menahan dana bantuan untuk Ukraina guna menekan Zelensky menyelidiki bapak dan anak Biden.

Setelah munculnya informasi tersebut, faksi Demokrat yang dominan di DPR AS melakukan pertemuan tertutup mengenai dugaan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Trump dalam komunikasinya dengan Ukraina. Pada 25 September, Pimpinan DPR AS, Nancy Pelosi, dari Partai Demokrat mengumumkan diluncurkannya penyelidikan resmi pemakzulan terhadap Trump.

Nancy Pelosi. (Reuters)

“Presiden harus bertanggung jawab. Tidak ada yang berada di atas hukum,” kata Pelosi saat itu.

Menyusul pengumuman tersebut, DPR AS menggelar rangkaian pemeriksaan terhadap saksi-saksi mengenai dugaan pelanggaran yang dilakukan Trump, sementara itu, Gedung Putih menyatakan tidak akan bekerja sama dengan proses penyelidikan tersebut. Beberapa saksi memberikan keterangan terkait dugaan pelanggaran itu, dan pihak kepresidenan akhirnya merilis transkrip percakapan antara Trump dan Zelensky sebagai bentuk pembelaan.

BACA JUGA: DPR AS Luncurkan Penyelidikan Pemakzulan Trump

Trump sendiri sangat vokal mengenai tuduhan yang ditujukan kepadanya. Melalui Twitter, yang selama ini menjadi media utamanya, Trump menyampaikan kecaman terhadap proses penyelidikan yang berlangsung, menyebutnya sebagai “kudeta” dan “tidak adil”. Di sisi lain, Presiden Zelensky juga menyampaikan pernyataan bahwa negaranya tidak ingin mencampuri pemilihan presiden AS yang akan digelar pada 2020.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement