KOTA MALANG - Meski berstatuskan stasiun kereta api ‘kedua’ di Kota Malang, Stasiun Malang Kota Lama masih dianggap penting oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang berasal dari Kota Malang bagian selatan. Sebagian besar dari mereka biasanya mengandalkan Stasiun Malang Kota Lama untuk naik kereta api lokal.
Kepala Stasiun Malang Kota Lama Hernawan mengakui penumpang di Stasiun Malang Kota Lama didominasi oleh para penumpang jarak dekat alias kereta api lokal.
“Kalau disini mayoritas penumpang yang naik dan turun terbanyak pada kereta api lokal KA Penataran Dhoho,” ujar Hernawan, ditemui Okezone di ruang kerjanya, Kamis (2/2/2019).

Pihaknya mencatat selama hari biasa rata – rata penumpang mencapai 100 – 200 orang per harinya. Sedangkan pada akhir pekan setidaknya 300 – 500 penumpang memadati stasiun yang berada di Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
“Kalau rata – rata penumpangnya yang naik turun kereta api jarak jauh hanya 20 – 30 orang di stasiun ini, sisanya kereta api lokal yang mendominasi,” tutur Hernawan yang telah 13 bulan menjadi Kepala Stasiun Malang Kota Lama ini.
Ada sejumlah alasan yang menyebabkan masyarakat memilih Stasiun Malang, salah satunya lokasi yang sepi. Hal ini dikarenakan akses transportasi umum dari Terminal Gadang cukup mudah.

“Kalau di sini lebih dekat dari Terminal Gadang, aksesnya mudah dan sepi dibandingkan kalau naik dari Stasiun Malang Kota Baru,” ucap Akhmadi (59), penumpang asal Dampit.
Menurutnya, bila dari Dampit dirinya menaiki kendaraan umum menuju Gadang dan langsung menuju Stasiun Malang Kota Lama. “Kalau ke sini dari Gadang cepat. Kalau naik bus ke Sidoarjo lama dan mending naik kereta api lokal murah dan cepat,” lanjut pria yang akan menjenguk keluarganya di Sidoarjo ini.