Bentrokan Geng Motor di Cirebon Pecah, Satu Tewas

Fathnur Rohman, Okezone · Minggu 05 Januari 2020 23:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 05 525 2149588 bentrokan-geng-motor-di-cirebon-pecah-satu-tewas-nAUwCfOeIS.jpg Ilustrasi

CIREBON - Seorang pria bernama Anenta Bentar Ramadhan (22) terpaksa harus meregang nyawa, setelah menjadi korban dari bentrokan dua geng motor di Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu (5/1/2020) dini hari.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy melalui Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Deni Sunjaya menyebutkan, bahwa keributan antargeng motor itu terjadi di Jalan Katiasa, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Deni menjelaskan, saat petugas kepolisian mendatangi lokasi keributan, para pelaku dari dua geng motor itu sudah membubarkan diri. Pihaknya hanya menemukan bekas-bekas terjadi tawuran berupa batu yang berserakan di jalan. Selang beberapa saat, petugas akhirnya mendapat informasi dari saksi mata, kalau ada korban luka dari aksi tawuran antargeng motor tersebut.

Disampaikan Deni, para saksi mata itu kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Pelabuhan, Kota Cirebon, Jawa Barat. Akan tetapi, korban atas nama Anenta Bentar Ramadhan itu akhirnya meninggal dunia. Selain Anenta, ternyata dari keributan antargeng motor tersebut juga menyebabkan remaja berinisial AS (15) luka-luka hingga kondisinya kritis.

Ilustrasi

"Saksi melihat ada tawuran. Saksi juga melihat ada seseorang tergeletak dipinggir jalan kemudian menolong dan membawanya ke RS Pelabuhan. Namun korban ternyata sudah meninggal dunia. Sedangkan saksi lainnya melihat seseorang yang diketahui atas nama AS, tergeletak ditinggalkan oleh temannya. Saksi menolongnya dengan membawa ke RSUD Gunung Jati," kata Deni dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Minggu (5/1/2020).

Deni mengungkapkan, pihaknya kemudian berhasil menangkap ketujuh orang pelaku. 7 orang pelaku ini berinisial IS, S, DH, MFS, MF, MTR, serta AP. Mereka tergabung dalam kelompok geng motor bernama Remaja Pengung untuk Santai (RPUS).

"MFS dan MF membacok korban dengan celurit. MF membacok mengenai bagian punggung korban hingga korban pertama sampai meninggal dunia, dan membacok korban ke dua hingga koma," ungkap Deni.

Setelah berhasil menangkap ketujuh pelaku, Deni menerangkan pihaknya kemudian mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua bilah celurit yang dipakai untuk membacok korban, serta dua unit handphone.

"Adapun barang bukti yang berhasil disita adalah dua bilah senjata tajam jenis celurit, serta dua buah handphone," ucap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini