nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hindari Konflik, AS dan Iran Isyaratkan Turunkan Tensi Ketegangan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 11:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 09 18 2150958 hindari-konflik-as-dan-iran-isyaratkan-turunkan-tensi-ketegangan-vo2pYhuoYH.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai meredakan retorika berapi-api yang telah dilontarkannya selama berhari-hari dan mengisyaratkan bahwa Iran telah "mundur". Hal itu terlontarkan setelah Iran melancarkan aksi penembakkan lusinan rudal ke pangkalan pasukan AS di Irak.

Kedua belah pihak tampaknya berusaha untuk meredakan konflik dan mencegah eskalasi lebih jauh lagi setelah ketegangan terkait pembunuhan komandan militer Iran Mayjen Qasem Soleimani oleh militer AS pada 3 Januari lalu.

BACA JUGA: Pangkalan Pasukan AS di Irak Diserang Selusin Rudal, Iran: Pembalasan untuk Soleimani

Trump mengatakan bahwa AS tidak perlu membalas serangan Iran di pangkalan militer yang menampung pasukan AS di Irak. Serangan itu sendiri merupakan tindakan pembalasan atas serangan AS yang menewaskan salah satu komandan utamanya.

Trump menyebut tidak ada warga Amerika yang terluka dalam serangan semalam. Sedangkan Iran mengklaim dampak dari serangan 16 rudal balistik jarak pendek telah menewaskan 80 tentara AS. Akibat serangan tersebut juga, sedikitnya 11 di antaranya menghantam pangkalan udara al-Asad Irak dan satu lainnya menghantam sebuah fasilitas di Erbil tetapi tidak menyebabkan kerusakan besar.

“Kenyataan bahwa kita memiliki peralatan dan militer yang hebat ini, tidak berarti kita harus menggunakannya. Kami tidak ingin menggunakannya. Kekuatan Amerika, baik militer maupun ekonomi, adalah pencegah terbaik,” kata Trump sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (9/1/2020).

"Pasukan Amerika kita yang hebat siap untuk apa pun. Iran tampaknya akan mundur, yang merupakan hal yang baik untuk semua pihak terkait dan hal yang sangat baik bagi dunia,” katanya.

Meski tidak mengancam akan melancarkan aksi militer, Trump mengatakan AS "akan segera menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan terhadap rezim Iran" sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya "agresi Iran."

BACA JUGA: Dua Roket Jatuh Dekat Kedutaan AS di Baghdad

Sementara, dalam pidato di depan massa rakyat Iran, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan serangan rudal itu adalah "tamparan di wajah" bagi Washington. Dia mengatakan pasukan AS harus meninggalkan wilayah itu.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan serangan itu "menyudahi" respons Teheran terhadap pembunuhan Soleimani. "Kami tidak mencari eskalasi atau perang, tetapi akan membela diri terhadap agresi," tulis Zarif di akun Twitternya.

Ulama Syiah Irak berpengaruh, Moqtada al-Sadr, yang menolak campur tangan AS dan Iran di Irak mengatakan krisis yang dialami Irak sudah berakhir dan ia mendesak kelompok-kelompok milisi untuk tidak melakukan serangan.

"Saya meminta faksi-faksi Irak untuk bersungguh-sungguh, sabar, dan tidak memulai aksi militer," kata Sadr.

Puing rudal balistik Iran yang digunakan untuk menyerang pangkalan AS di Irak. (Getty Images)

Namun, Pimpinan Kepala Staf Gabungan Militer AS, Jenderal Mark Milley mengatakan bahwa dia dan pejabat militer lainnya “sepenuhnya memperkirakan” kelompok-kelompok milisi Syiah di Irak yang didukung Iran akan melancarkan serangan terhadap pasukan AS dan pasukan yang dipimpin AS di Irak dan Suriah.

Pada Rabu, dua roket jatuh di dekat kedutaan besar AS di Zona Hijau Baghdad tanpa menimbulkan korban. Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggungjawab atas serangan roket tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini