Pelapor PBB: Serangan Drone AS yang Tewaskan Jenderal Iran di Irak "Melanggar Hukum"

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 07 Juli 2020 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 18 2242323 pelapor-pbb-serangan-drone-as-yang-tewaskan-jenderal-iran-di-iran-melanggar-hukum-WgE4lDGKH8.jpg Mayor Jenderal Iran, Qassem Soleimani tewas dalam serangan drone AS di Irak pada 3 Januari 2020. (Foto: AFP)

JENEWA - Serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat (AS) yang menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani dan sembilan orang lainnya di Irak pada Januari merupakan pelanggaran hukum internasional. Hal itu disampaikan penyelidik hak asasi manusia (HAM) PBB pada Senin (6/7/2020).

Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi di Luar Hukum, Ringkasan atau Sewenang-wenang, Agnes Callamard mengatakan, AS telah gagal memberikan bukti yang cukup tentang serangan yang berlangsung terhadap kepentingannya dan membenarkan serangan terhadap konvoi Soleimani ketika meninggalkan bandara Baghdad.

“Mayor Jenderal Soleimani bertanggung jawab atas strategi dan tindakan militer Iran, di Suriah dan Irak. Tetapi jika tidak ada ancaman nyata yang akan segera terjadi pada nyawa manusia, tindakan yang diambil oleh AS melanggar hukum,” tulis Callamard dalam laporan tersebut.

BACA JUGA: Trump: Pembunuhan Komandan Iran Qassem Soleimani demi Menyelamatkan Banyak Nyawa

Dia menambahkan bahwa serangan drone 3 Januari adalah insiden pertama yang diketahui di mana suatu negara menggunakan pembelaan diri sebagai pembenaran atas serangan terhadap aktor negara di wilayah negara ketiga.

Serangan itu melanggar Piagam PBB, kata Callamard dalam laporannya. Laporan itu juga menyerukan akuntabilitas untuk pembunuhan yang ditargetkan oleh drone bersenjata dan untuk regulasi senjata yang lebih besar.

“Dunia berada pada saat yang kritis, dan kemungkinan titik kritis, jika menyangkut penggunaan drone. ... Dewan Keamanan tidak mengambil tindakan; komunitas internasional, mau tidak mau, sebagian besar diam,” kata Callamard, seorang penyelidik independen, kepada Reuters.

BACA JUGA: Iran Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Trump, Minta Interpol Keluarkan Red Notice

Pada Kamis (9/7/2020) dia dijadwalkan mempresentasikan temuannya kepada Dewan Hak Asasi Manusia, memberikan negara-negara anggota kesempatan untuk berdebat tindakan apa yang harus dilakukan. Amerika Serikat bukan anggota forum, setelah keluar dua tahun lalu.

Menyusul serangan AS tersebut, Iran melakukan pembalasan dengan serangan roket ke pangkalan udara Irak di mana pasukan AS ditempatkan. Beberapa jam kemudian, pasukan Iran dalam siaga tinggi secara keliru menembak jatuh sebuah pesawat penumpang Ukraina yang lepas landas dari Teheran.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini