DEPOK - Tingginya gedung pencakar langit dan kerasnya lantai beton, tidak lagi mengherankan ketika kaki melangkah menginjak pusat Kota Depok. Deru bising suara mesin kendaraan terdengar meraung-raung memekakan telinga setiap harinya.
Kesibukan kaum urban seakan tak lagi peduli, akan hilangnya segerombolan bocah yang tertawa lepas di tempat bermain. Hal tersebut terjadi karena lahan tempat mereka bermain disulap menjadi sejumlah perumahan.
Di sela kegelisahan kaum urban, Alun-Alun Kota Depok hadir dan dibangun di atas lahan seluas 3,9 hektare di Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC), Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

Keberadaan ruang terbuka ini dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, alun-alun bisa meningkatkan kualitas ozon di atmosfer hingga terciptanya oksigen bersih dan sehat, serta berfungsi untuk menunjang kelestarian air dan tanah.
"Pembebasan lahan alun-alun dilakukan pada 2017. Pembangunan tahap pertama alun-alun dilakukan dengan menelan dana anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2018 dengan nilai pagu sebesar Rp33,6 miliar," kata Kepala Dinas Perumakan dan Permukiman (Disrumkim) Depok, Dudi Miraz, Sabtu 11 Januari.

Proyek pembangunan tahap 1 Alun-alun Kota Depok, dinyatakan rampung pada pertengahan Februari 2019 lalu, sejumlah fasilitas seperti lapangan futsal, lapangan basket, BMX park, skate park, outdoor gym, dan wahana wall climbing juga selesai dibuat di atas lahan seluas 1,8 hektare.
"Pemerintah Kota Depok sempat membuka sementara alun-alun yang baru separo jadi itu untuk warga Kota Depok, yang disambut warga dengan antusias. Sejak awal April 2019, warga Kota Depok diberi kesempatan mencicipi berbagai fasilitas di dalam alun-alun pukul 06.00-18.00 WIB," jelasnya.
Namun, awal Juni 2019 alun-alun tahap satu kembali ditutup terkait akan dimulainya pembangunan proyek tahap dua. Nantinya luas areal yang dikerjakan mencapai 2,1 hektare dengan menghabiskan anggaran senilai Rp 50,2 miliar. Jadi total anggaran pembangunan Alun-alun Kota Depok sebesar Rp 82, 2 miliar.
Adapun beberapa infrastruktur yang menjadi prioritas, antara lain pintu masuk utama, area penurunan penumpang, dinding mural, parkir pengelola, jembatan utama, dan kolam retensi.

Kemudian, ada panggung mengapung, area duduk (amphitheater), pendopo, taman bermain anak, taman lansia, galeri UMKM, rumah kaca (green house), co-working space, dan menara pandang.
"Alun-alun Kota Depok akan menjadi ikon Kota Depok. Pastinya, warga Kota Depok akan bangga memiliki RTH yang sangat bagus dan modern. Rencananya, alun-alun ini dapat dinikmati setelah diresmikan Wali Kota Depok dan Wakil Wali Kota Depok, Minggu 12 Januari 2020. Diharapkan warga bisa menggunakan fasilitas ini dengan baik, merawatnya dan menjaganya," pungkasnya.

(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.