nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Website PN Kepanjen Diretas Terkait Dakwaan Pelajar yang Membunuh Pelaku Begal

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 14:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 20 519 2155480 website-pn-kepanjen-diretas-terkait-dakwaan-pelajar-yang-membunuh-pelaku-begal-jS3pQrZq61.jpg Foto Istimewa

MALANG - Website Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Malang diretas oleh orang tak dikenal gara-gara mendakwa seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang membunuh pelaku begal.

Pantauan Okezone, sejak pagi website layanan pn-kepanjen.go.id diretas. Oknum tak bertanggung jawab ini meretas tampilan website menggunakan kalimat 'Ngebela diri kok dipenjara, begal di bela pelajar dipenjara, hukum sobat gurun emang beda! Gwo***k!!!'.

Bahkan hingga siang hari, website layanan milik PN Kepanjen ini masih belum bisa diakses. Di website terdapat tulisan masih dalam perbaikan.

Menanggapi hal tersebut, Humas PN Kepanjen, Yoedi Anugrah Pratama mengakui adanya peretasan yang terjadi tersebut.

"Namanya website terbuka untuk umum bisa jadi bisa gampang sekali untuk masuk pihak yang tidak senang," kata Yoedi ditemui Okezone di PN Kepanjen, Senin (20/1/2020).

Menurutnya, peretasan itu sebenarnya sudah terjadi sejak Kamis kemarin, sehingga sejumlah pihak yang ingin berurusan dengan pengadilan harus langsung menuju kantor.

"Sekarang sudah proses maintenance (perbaikan), mungkin pihak - pihak yang berurusan langsung dengan pengadilan, maka bisa langsung datang ke kantor PN," bebernya.

Ia menambahkan, kasus peretasan website Pengadilan Negeri Kepanjen ini bukanlah yang pertama terjadi.

"Ini bukan yang pertama, tapi saya tidak bisa pastikan berkaitan dengan itu atau tidak. Yang jelas ada saja pihak yang tidak, sebab ini berkaitan dengan pelayanan publik," jelasnya.

Meski demikian, pihaknya memastikan pelayanan di PN Kepanjen masih berjalan sebagaimana biasa dan tidak terpengaruh adanya peretasan website tersebut.

"Kalau pengaruh tidak ada, karena website ini hanya akses informasi untuk masyarakat bagi mereka yang ingin tahu terkait perkara mereka, mungkin jadwal sidang atau lainya. Tapi kalau tidak bisa tentu masyarakat harus datang langsung ke kantor kami," pungkasnya.

Sebagai informasi, akhir - akhir ini publik menyoroti kasus pelajar SMK yang membunuh pelaku begal di perkebunan tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang yang sedang ditangani pengadilan.

Dalam kasus tersebut, ZA (17) pelajar SMK ini disangkakan melakukan pembunuhan terhadap Misnan yang berupaya membegal dan memperkosa teman perempuan korban. Jaksa sendiri menutut ZA dengan hukuman penjara seumur hidup, namun tuntutan itu mendapat keberatan dari tim kuasa hukum ZA.

Senin 20 Januari 2020 hari ini sendiri ZA kembali menjalani sidang yang keempat di ruang Sidang Tirta / Anak. Persidangan berlangsung tertutup dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan agenda menghadirkan sejumlah saksi - saksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini