Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Petani Milenial Garut Raup Omzet Rp1 Milyar Perbulan

Wilda Fajriah , Jurnalis-Senin, 20 Januari 2020 |10:29 WIB
Petani Milenial Garut Raup Omzet Rp1 Milyar Perbulan
Foto: BPPSDM
A
A
A

GARUT - Petani sekaligus Pengusaha Muda Pertanian asal Garut, Muhammad Khudori sukses menjadi salah satu penangkar kentang Indonesia. Melalui bisnisnya, Khudori berhasil membangun kemitraan kentang di berbagai daerah.

Dengan kegigihannya dalam mengembangkan usaha pembibitan benih kentang, kini telah berkembang menjadi sebuah perusahaan yang diberi nama PT. Horti Agro Makro (HAM) yang menghasilkan varietas benih sampai dengan produk olahan yang dikembangkan dari hulu sampai hilir bahkan meraih omzet milyaran rupiah perbulannya.

Khudori menjelaskan strategi yang diterapkan dalam perencanaan agroindustrinya sehingga mendapatkan omzet milyaran tersebut diantaranya dengan memperhatikan beberapa aspek. Aspek tersebut terdiri dari: (1) Aspek produksi, mempertimbangkan ketersediaan bahan baku terutama dari kuantitas, kualitas dan Kontinyuitas; (2) Aspek pasar, mampu menyesuaikan dengan permintaan pasar yang berkembang secara dinamis; (3) Aspek distribusi, memperhitungkan perkembangan pesaing atau produk substitusinya; (4) Aspek teknologi, mampu berkembang mengikuti perkembangan teknologi yang lebih efisien; (5) Aspek manajerial, yaitu sumberdaya manusia yang mampu menjalankan manajemen agroindustri secara efisien, dan terakhir adalah (6) Aspek sosial, dengan mempertimbangkan pendayagunaan masyarakat serta sarana transfer teknologi.

Khudori menambahkan, HAM mempunyai tujuan utama dalam pengembangan industri benih, perkebunan kentang (inti), kemitraan kebun kentang (plasma), sampai pengolahan hasil melalui Pabrik kentang.

“Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2010 dimulai dengan pembibitan benih kentang berkualitas, dan melakukan pembinaan ke petani kentang yang tujuan akhirnya untuk bahan baku industri kripik kentang, bahkan sebagai tempat rujukan perbenihan kentang di Indonesia dan sekarang sebagai pusat pelatihan (P4S),” ungkap Khudori.

Selain itu Khudori menyatakan, perusahaan yang dipimpinnya ini telah melisensi varietas kentang medians sejak tahun 2013. Planlet kentang medians ini kemudian didistribusikan ke daerah sekitar Garut, Dieng, hingga Riau.

Varietas Medians sendiri memiliki keunggulan warna yang cerah, mata tunas yang dangkal, dan tahan terhadap penyakit busuk daun. Mata tunas yang dangkal membuat medians sangat cocok digunakan untuk bahan baku kentang industri utamanya keripik kentang.

Sejak Februari 2019 perusahaannya mampu memproduksi sebanyak 500 botol planlet.

Ditengah kesibukannnya sebagai Direktur PT. Horti Agro Makro (HAM), Khudori juga sering menjadi pembicara di berbagai daerah sentra kentang di Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Sulawesi, NTB, NTT. Selain itu, Khudori pun tergabung dalam Tim perumus Pedomanan Perbenihan Kentsat Direktorat Jenderal Hortikultura dan Team Perumus Standar Operasional Perbenihan kentang Dirjen Hortikultura.

Selain itu, Khudori juga membina ratusan anak-anak muda di bidang pertanian yang nantinya akan dicetak menjadi petani muda milenial. “Semuanya berjumlah 200an orang anak-anak muda yang saya bina, dan meraka akan menjadi petani pengusaha milenial,” tegas Khudori.

Hal yang dilakukan Khudori ini selaras dengan program Aksi BPPSDMP terkait dengan penumbuhan dan pengembangan petani muda milenial dan sesuai arahan menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kita akan cetak banyak generasi muda yang maju, mandiri dan modern di bidang Pertanian.

Kepala Badan PPSDMP, Kementan, Dedi Nuryamsi apresiasi positif yang telah dilakukan Khudori dalam membina anak-muda calon petani milenial ini. “Lanjutkan terus, bahkan jangan hanya 200 tapi harus lebih banyak lagi,” tegas Dedi.

Dedi menyatakan, petani milenial adalah pilihan strategis untuk regenerasi dan meningkatkan produktivitas pertanian. (adv)

(wil)

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement