BANTEN - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, untuk mengoptimalkan sektor pertanian kedepan tidak lepas dari peran pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Merespon hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Nursyamsi telah mencanangkan Tiga Program Aksi yaitu, Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung petani pengusaha milenial, penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung program utama Kementan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya dalam sambutannya saat memberikan arahan pada kegiatan Sosialisasi Sistem Informasi Sertifikasi (Sister) Berbasis Online di Serpong, Banten Jumat, 14 Februari 2020.
Lebih lanjut, Bustanul mengatakan untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern diperlukan inovasi yang dapat dilakukan oleh SDM pertanian yang kompeten dan berdaya saing sebagai kunci utama.
Menyikapi hal tersebut, beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah melaksanakan pengembangan jumlah standar baik itu Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Kerangka Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (KKNI) dan kurikulum pendidikan dan pelatihan, transformasi pendidikan/ pelatihan menjadi pendidikan/ pelatihan vokasi dan diakhiri dengan Sertifikasi Profesi atau Kompetensi.