nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhatan Pelajar Pembunuh Begal, UN Terganggu hingga Cita-Cita Lanjutkan Pendidikan

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 14:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 22 519 2156651 curhatan-pelajar-pembunuh-begal-un-terganggu-hingga-cita-cita-lanjutkan-pendidikan-EO2dHV6tlJ.jpg Za merasa fokusnya untuk UN terganggu terkait dengan kasus hukumnya (Foto: Okezone/Avirista)

MALANG - ZA, pelajar SMA pembunuh begal di Malang langsung meninggalkan Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, usai menjalani sidang keenamnya pada Rabu (22/1/2020)

Usai sidang yang berlangsung tertutup itu ZA didampingi kuasa hukumnya dan ayah tirinya langsung bergegas meninggalkan ruang sidang anak.

Kepada awak media, ZA menyatakan mendekati waktu ujian nasional ia merasa terganggu dalam lantaran proses hukum yang menimpanya membuat tak bisa bebas belajar dan bersekolah.

"Persiapan ujiannya terganggu, tidak ada waktu untuk belajar," ungkap pelajar SMA kelas XII ini.

Menurutnya, bolak-balik menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) membuat sekolahnya sedikit terganggu. Hal ini membuat kondisi fokus pikiran dan waktunya terpecah.

"Susah juga karena kasus ini, mohon doanya saja," lanjut ZA.

Baca Juga: Ditanya Kasus Pelajar SMA Bunuh Begal, Begini Komentar Jaksa Agung

Selama menjalani persidangan ZA mengaku selain didampingi tim kuasa hukumnya, pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) dalam hal pemulihan psikis. Hal ini yang membuat ZA curhat ke tim kuasa hukumnya maupun perwakilan pihak Bapas.

"Kalau beban ada, kalau cerita ke kuasa hukum saja dan orang tua. Kalau Bapak pas datang ke Polres, kalau guru BP tidak, sudah sering izin soalnya," jelas ZA kembali.

Dirinya menyatakan masih mempunyai cita-cita menjadi seseorang yang sukses, untuk itu ZA masih berkeinginan melanjutkan pendidikan setelah ia lulus dari jenjang SMA.

"Kalau keinginan (melanjutkan pendidikan) itu pasti ada, ya ingin melanjutkan sekolah saja setelah lulus," pungkasnya.

Baca Juga: Pelajar Pembunuh Begal Dituntut Hukuman Satu Tahun Pembinaan

Sebagai informasi pelajar ZA, pada Minggu malam 9 September 2019 keluar bersama pacarnya di kebun tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, dihadang oleh sekelompok kawanan pembegal.

Dua orang mencoba merampas sepeda motornya dan handphone ZA. Tak cukup disana saja, pelaku juga berusaha memperkosa pacar ZA yang berinisial V.

Namun korban ZA memberikan perlawanan dan menusukkan pisau yang diambilnya dari dalam jok sepeda motor miliknya hingga menewaskan seorang begal bernama Misnan. Alhasil dua pelaku begal lainnya pun melarikan diri melihat rekannya.

Sehari setelahnya polisi mengamankan ZA dan menetapkan tersangka atas dugaan penganiyaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Namun lantaran masih berstatus pelajar ZA tak di penjara.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini