nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuasa Hukum Pelajar Pembunuh Begal Sayangkan Vonis Hakim

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 14:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 23 519 2157200 kuasa-hukum-pelajar-pembunuh-begal-sayangkan-vonis-hakim-ywC0efhoJ2.jpg Sidang pelajar ZA di Pengadilan Negeri Kepanjen (Foto: Okezone/Avirista Midaada)

MALANG - Tim kuasa hukum pelajar pembunuh begal asal Malang, Jawa Timur menyayangkan hakim tak memunculkan Pasal 49 Ayat (2) mengenai pembelaan yang dilakukan ZA.

Dalam sidang vonis yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kamis (23/1/2020), hakim menilai pelajar ZA mempunyai rentang waktu untuk melarikan diri dari kawanan begal yang akan merampas harta benda dan memperkosa teman perempuannya.

Hal ini pula yang dianggap hakim yang memimpin sidang bernama Nuny Defiary, ZA bersalah atas dasar penganiayaan yang menyebabkan kematian sebagaimana diatur dalam Pasal 351 Ayat (3) KUHP.

"Hakim tidak berpikir Pasal 49 Ayat (2) KUHP, yang tidak dijadikan bahan pertimbangan untuk unsur pembenar dan pemaafnya. Ini yang akan jadi bahan kajian kami," ujar Bhakti Riza Hidayat, Koordinator Tim Kuasa Hukum ZA, seusai sidang.

Baca Juga: Bunuh Begal, Pelajar di Malang Dihukum Pembinaan Selama 1 Tahun 

Ilustrasi

Padahal, menurut tim kuasa hukum, ZA melakukan penikaman itu lantaran adanya ancaman yang berulang kali dari ketiga pelaku.

"Memang si anak ZA ini mengakui dia menikam, tapi tidak dilihat kenapa melakukan itu karena proses ancaman pemerkosaan, ada pengancaman diambil hartanya. Ini yang tidak dijadikan acuan oleh Bu Hakim," tuturnya.

Alhasil, pelajar pembunuh begal ZA tetap divonis bersalah oleh hakim dan harus menjalani pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Putusan vonis hakim ini sama dengan apa yang dituntutkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada ZA pada sidang kelima pada Selasa 21 Januari 2020.

Seperti diketahui, kasus ini bermula saat pelajar ZA, pada Minggu 9 September 2019 malam keluar bersama pacarnya. Ketika di kebun tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, dihadang sekelompok kawanan pembegal.

Dua orang mencoba merampas sepeda motornya dan handphone ZA. Pelaku juga berusaha memperkosa pacar ZA yang berinisial V.

Baca Juga: Fakta-Fakta Pelajar Membunuh Pelaku Begal di Malang

Namun, korban ZA memberikan perlawanan dan menusukkan pisau yang diambilnya dari dalam jok sepeda motor miliknya hingga menewaskan seorang begal bernama Misnan. Dua pelaku begal lainnya pun melarikan diri melihat rekannya tergeletak.

Sehari setelahnya polisi mengamankan ZA dan menetapkan tersangka atas dugaan penganiyaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Namun, lantaran masih berstatus pelajar ZA tak dipenjara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini