nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bunuh Begal, Pelajar di Malang Dihukum Pembinaan Selama 1 Tahun

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 13:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 23 519 2157154 bunuh-begal-pelajar-di-malang-dihukum-pembinaan-selama-1-tahun-cUUP8TDkIr.jpg Sidang vonis ZA (Okezone.com/Avirista)

MALANG – Hakim Pengadilan Negeri Kepanjen memvonis pelajar asal Malang, Jawa Timur, berinisial ZA dengan hukuman pembinaan selama 1 tahun di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), karena terbukti membunuh Misnan, pemuda diduga pelaku begal.

Hakim tunggal Nuny Defiary dalam sidang terbuka di ruang sidang anak PN Kepanjen, Kamis (23/1/2020), menyatakan ZA terbukti secara sah melanggar Pasal 351 Ayat 3 KUHP tentang penganiayaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

“Menjatuhkan pidana kepada anak dengan pidana pembinaan dalam LKSA selama satu tahun, sang anak diberikan pendampingan dan pembimbingan," kata Nuny Defiary dalam amar putusannya.

 Hakim

Putusan hakim sama dengan tuntutan jaksa yang disampaikan di sidang sebelumnya. Vonis pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak dianggap sesuai dengan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

ZA hadir ke sidang mengenakan jaket, topi dan masker yang menutup hidung serta mulutnya. Siswa SMK itu didampingi orangtuanya, penasihat hukum, dan perwakilan Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Baca juga: Pelajar Pembunuh Begal Dituntut Hukuman 1 Tahun Pembinaan

Dalam putusannya, hakim tidak menemukan bukti kalau ZA melakukan pembunuhan berencana sebagaimana disebut dalam Pasal 340 KUHP dan kepemilikan senjata tajam seperti dalam dakwaan jaksa.

Baca juga: Curhatan Pelajar Pembunuh Begal, UN Terganggu hingga Cita-Cita Lanjutkan Pendidikan

Dalam fakta hukum di persidangan terungkap bahwa ZA menusuk Misnan hingga tewas di kebun tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, pada Minggu 9 September 2019 malam.

Kejadian bermula saat ZA bersama pacarnya berinisial V diadang sekelompok orang diduga begal di kebun tebu Desa Gondanglegi.

Dua pelaku mencoba merampas sepeda motor dan handphone ZA. Pelaku juga berusaha memperkosa V.

Namun, ZA melawan pelaku salah satunya Misnan. Dia mengambil pisau dari jok motornya lalu menusukkan ke Misnan hingga tewas. Melihat rekannya ditusuk, pelaku lain langsung melarikan diri. Besoknya, ZA ditangkap polisi dan diproses hukum.

Sementara Bhakti Riza Hidayat, koordinator kuasa hukum ZA mengatakan pihaknya masih pikir-pikir menerima atau mengajukan banding atas putusan hakim..

"Terkait putusan ini kami menghormati prosedur yang terjadi di Pengadilan Negeri Kepanjen. Ada waktu tujuh hari untuk kami berpikir apakah putusan majelis hakim tadi kita terima atau tidak. Kami akan mengkaji dan berunding dengan keluarga terlebih dahulu," ujar Bhakti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini