BOYOLALI - Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang, Aryanti mengatakan berdasarkan rujukan dari pemerintah pusat, pihaknya akan segera membawa pasien yang terindikasi positif terinfeksi virus korona ke Rumah Sakit dr Moewardi, Solo.
Penunjukan Rumah Sakit dr Moewardi dilakukan karena rumah sakit tersebut ruangan isolasi bertekanan negatif.
Selain telah menyiapkan rumah sakit rujukan untuk pasien yang terkena virus Korona, antisipasi lain juga dilakukan di atas udara. Di mana, sebelum pesawat mendarat, pihak maskapai diwajibkan untuk melakukan sterilisasi dengan menggunakan aerasol dengan cara di semprotkan didalam pesawat.
"Seperti yang diberlakukan oleh pemerintah Arab Saudi untuk semua maskapai yang akan mendarat di bandaranya. Di sini kita juga mewajibkan pihak maskapai melakukan penyemprotan di dalam kabin pesawat sebelum pesawat itu mendarat di bandara," ujar Aryanti, Senin (27/1/2020).
Sterilisasi tersebut, sambungnya, menggunakan bahan aerosol yang aman untuk para penumpang.
Baca Juga : China Siapkan Lebih dari Rp118 Triliun untuk Hentikan Penyebaran Virus Korona
Diberitakan sebelumnya, Bandara Adi Soemarmo di Solo memutuskan sementara waktu tidak melayani penerbangan dari China. Petugas hanya memulangkan turis China sebanyak 173 orang ke negaranya.
"Maskapai yang melayani rute ini hanya Citilink. Jadi, mulai besok, Rabu 29 Janruari 2020, Citilink terbang dari China dalam posisi kosong tanpa penumpang. Sedangkan dari Solo, diperbolehkan mengantar penumpang yang akan kembali ke negaranya," ujar General Manager Angkasa Pura Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Jawa Tengah, Abdullah Usman.
(Angkasa Yudhistira)