nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

12 Mahasiswa Unesa di Wuhan Terisolasi Imbas Penyebaran Virus Korona

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 27 Januari 2020 08:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 27 519 2158715 12-mahasiswa-unesa-di-wuhan-terisolasi-imbas-penyebaran-virus-korona-pP3zG9yOEX.jpg Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (foto: Okezone)

SURABAYA - Sebanyak 12 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang sedang berada di Wuhan, China, dipastikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kondisi aman dan sehat usai maraknya wabah virus korona.

Para mahasiswa Unesa ini sedang menjalani pendidikan beasiswa di Central China Normal University (CCNU) yang berada di Wuhan.

Baca Juga: Mahasiswa Indonesia Jelaskan Kondisi Wuhan, Tak Seperti Diceritakan di Medsos 

Dari 12 mahasiswa yang menempuh pendidikan di Wuhan, sembilan orang mendapat beasiswa dari Pusat Bahasa Mandarin Unesa, terdiri dari empat orang penerima beasiswa satu semester, empat orang penerima beasiswa satu tahun, dan satu tahun penerima beasiswa S-2 penuh.

Petugas membawa pasien terindikasi terjangkit virus korona di rumah sakit Wuhan reuters	 

Petugas Membawa Pasien Terindikasi Terjangkit Virus Korona di Rumah Sakit Wuhan (Foto: Reuters)

Sementara tiga mahasiswa lain merupakan penerima beasiswa dari Pemerintah China, jadi totalnya ada 12 orang.

"Tadi Pak Rektor sudah mengomunikasikan kepada saya. Mereka sudah ada di dalam satu ruangan. Jadi saya rasa Pak Rektor akan terus berkomunikasi. Sejauh ini mereka dalam kondisi yang sehat," ungkap Gubernur Jatim Khofifah, pada Senin (27/1/2020).

Namun pembatasan aktivitas di Wuhan, membuat ke-12 mahasiswa Unesa tidak bisa beraktivitas dan harus terisolasi di dalam ruangan.

Di sisi lain Rektor Unesa Nurhasan memastikan kondisi 12 mahasiswanya aman dan telah mendapat penanganan dari kampus setempat. Pihaknya sendiri terus memantau kondisi ke-12 mahasiswa itu dan berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

"Kami pastikan mereka dalam keadaan sehat dan tidak terinfeksi virus korona. Kami terus memantau kondisi kesehatan mereka. Kami setiap hari melakukan video call memantau kondisi semuanya," ujar Nurhasan melalui siaran pers yang diterima.

Baca Juga: Mahasiswa Indonesia di Wuhan: Sudah 4 Hari Kami Tak Keluar Asrama 

Dirinya membeberkan bila pihak kampus CCNU sesuai penuturan mahasiswanya telah memasang alat pengukur suhu tubuh dan melakukan pengecekan khusus setiap malam. Bahkan pihak kampus sudah menyiapkan pendamping khusus di setiap lantai guna memantau kondisi setiap mahasiswa asing yang tinggal di asrama kampus.

"Kalau stok makanan sudah aman, dengan memakan makanan instan. Mahasiswa tidak boleh keluar sama sekali dari dormitory (asrama), kmu demi keselamatan dan kesehatan mereka," bebernya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini