nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Sindir Ridwan Kamil Soal Tingginya Angka TBC di Jabar

CDB Yudistira, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 14:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 29 525 2160104 jokowi-sindir-ridwan-kamil-soal-tingginya-angka-tbc-di-jabar-X6bIHwwUhg.jpg Presiden RI, Joko Widodo saat di Bandung (foto: Okezone.com/CDB)

BANDUNG - Presiden Jokowi sindir Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, saat hadir dalam kegiatan mencanangkan gerakan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Techno Park, Kota Cimahi, Rabu (29/1/2020).

Sebelumnya Emil sapaan lain gubernur, memberikan sambutan jika warga Jabar merupakan wilayah yang masyarakatnya terbanyak terjangkit TBC. Emil berkilah, hal itu dilatarbelakangi jumlah penduduk Jabar yang banyak.

"Jabar kasus TBC masih tinggi. 100 ribuan. Penduduk kami secara presentase juga paling besar. Jabar adalah 20 persennya Indonesia. Mengurusi 20 persen manusia luar biasa," kata Emil dalam sambutannya.

Paparan itu pun ditanggapi Jokowi, saat memberikan sambutan. Menurut dia meskipun pertumbuhan ekonomi di Jabar baik, hal itu tidak bakalan ada artinya jika Sumber Daya Manusia (SDM) sakit.

"Percuma pertumbuhan ekonomi yang baik, tapi di provinsi bapak TBC-nya juga tinggi. Enggak ada artinya. Karena apapun SDM itu nomor satu," kata Jokowi.

Pasien sakit

Ia mengingatkan, bahwa merealisasikan target eliminasi TBC tahun 2030 tidak akan mudah. Perlu kerja keras bersama secara komprehensif, tidak hanya bisa mengandalkan Kementerian Kesehatan. Pemerintah daerah pun memiliki peran sama sama penting.

Tanpa pelibatan sektor lain, kematian akibat TBC pada 2015-2030 diperkirakan dapat merugikan 0.7 persen PDB Indonesia di tahun 2030, atau 123.6 miliar USD. Catatan itu berdasarkan data Global Economic Impacy of TB, Result & KPMG tahun 2017.

“Ini urusan bersama, di desa di kota memegang peranan penting. Kader yang menangani penyakit TBC juga penting,” sambungnya.

Menurut Jokowi, penyakit TBC adalah permasalahan yang harus dibenahi. Karena, pengaruh negatifnya bukan hanya pada sektor kesehatan masyarakat tetapi juga berkaitan dengan produktivitas masyarakat.

“Saya hadir disini karena sehat, kita harapkan seluruh masyarakat Indonesia sehat. SDM unggul adalah prioritas yang harus sehat semua. Saya ingin mendukung keras kegiatan eliminasi TBC pada tahun 2030. Percuma kalau masyarakat enggak sehat, (nantinya) merembet kemana-mana ke (sektor) pendidikan, ke pekerjaan, kemana-mana,” ucap dia.

Indonesia kini menempati urutan ketiga untuk kasus TBC terbanyak di dunia, setelah India dan China. Bahkan, penyakit ini termasuk salah satu dari lima besar penyebab kematian prematur dan kematian penduduk di Indonesia sepanjang tahun 2007-2017.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini