JAKARTA - Wabah Virus Korona mengungkap sebuah fakta bahwa hewan liar perlu diwaspadai khususnya dalam hal kesehatan manusia. Faktanya, sejumlah penyakit hewan telah menggegerkan dunia.
Setelah beberapa kali manusia tertular penyakit hewan, memberikan pesan bahwa perlu melakukan sebuah sikap agar tidak kembali muncul sebuah penyakit dari hewan yang mengegerkan dunia.
Direktur Riset Tim Emerging Risks The Royal Institute of International Affairs, Chatham House, Profesor Tim Benton, mengungkap fenomena tersebut. The Royal Institute of International Affairs, adalah lembaga analis kebijakan independen yang bekerja untuk ikut membangun dunia yang berkelanjutan, aman, sejahtera dan berkeadilan.
Menurut Profesor Tim Benton, masyarakat dan pemerintah cenderung untuk memperlakukan penyakit menular baru sebagai krisis terpisah, daripada melihatnya sebagai gejala perubahan dunia.
Baca Juga: Ini Nomor Kontak Kemlu untuk WNI di China yang Butuh Bantuan soal Virus Korona
Semakin banyak manusia mengubah lingkungan, semakin mungkin manusia mengganggu ekosistem dan menyediakan peluang munculnya penyakit baru.
Saat ini hanya sekitar 10% dari patogen dunia yang telah didokumentasikan, maka dibutuhkan lebih banyak sumber daya untuk mengenali sisanya - dan hewan yang membawa mereka.
Misalnya, ada berapa spesies tikus yang hidup di London dan penyakit apa yang dibawanya?
Penduduk kota umumnya menghargai hewan liar yang ada di kota mereka, tapi potensi penyakit juga harus dikenali.
Meningkatkan kebersihan, pengelolaan sampah dan pengendalian hama merupakan cara untuk mencegah kemunculan dan penyebaran wabah.
Lebih jauh lagi, sudah waktunya mengubah cara kita memperlakukan lingkungan dan pola hubungan kita dengan alam sekitar.
Pandemi adalah Bagian dari Masa Depan Kita
Dengan mengakui bahwa penyakit baru muncul dan menyebar sebagai bagian dari perubahan lingkungan akan membuat posisi kita lebih kuat untuk memerangi pandemi, yang tak terhindarkan untuk terjadi lagi di masa depan.
Seabad lalu, pandemi Flu Spanyol menginfeksi sekitar setengah miliar orang dan menewaskan 50-100 juta manusia di seluruh dunia.
Kemajuan teknologi dan investasi besar dalam kesehatan global berarti penyakit-penyakit seperti ini akan bisa lebih dikelola di masa depan.

Namun risiko tetap nyata dan bisa menjadi bencana. Jika hal seperti ini terjadi lagi, ini akan mengubah wajah dunia.
Pada pertengahan Abad ke-20, banyak orang di Barat menyatakan penyakit menular bisa ditaklukkan.
Namun urbanisasi dan menajamnya ketimpangan serta krisis iklim mengubah ekosistem kita, dan kita harus mengakui penyakit-penyakit yang muncul adalah bagian dari risiko yang tumbuh.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.