Seorang Bayi Baru Lahir Jadi Pasien Termuda yang Terinfeksi Virus Korona

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 06 Februari 2020 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 06 18 2164183 seorang-bayi-baru-lahir-jadi-pasien-termuda-yang-terinfeksi-virus-korona-0NhCsk24rF.jpg Foto: Shutterstock.

WUHAN - Seorang bayi baru lahir China telah didiagnosis dengan virus korona baru, hanya 30 jam setelah kelahirannya. Menurut media pemerintah, bayi itu menjadi pasien terkonfirmasi virus korona termuda yang tercatat sejauh ini.

Diwartakan BBC, Kamis (6/2/2020), bayi itu lahir pada 2 Februari 2020 di sebuah rumah sakit di Wuhan, kota yang menjadi pusat wabah virus korona baru. Ibu bayi itu dinyatakan positif sebelum melahirkan, tetapi tidak jelas bagaimana penyakit ini ditularkan.

BACA JUGA: Terinfeksi Virus Korona, Seorang Ibu di China Lahirkan Bayi yang Sehat

Hanya segelintir anak yang terjangkit virus ini, yang telah menewaskan 563 orang dan menginfeksi 28.018.

Kantor berita pemerintah, Xinhua melaporkan berita tentang infeksi itu pada Rabu malam, 5 Februari 2020. Dilaporkan juga bayi yang beratnya 3,25kg saat lahir sekarang dalam kondisi stabil dan dalam pengawasan.

Seorang dokter senior di departemen neonatal rumah sakit mengatakan kepada situs berita SCMP bahwa kasus itu adalah sinyal bahwa "kita harus khawatir tentang kemungkinan rute transmisi baru virus".

Virus yang dikenal dengan nama 2019-nCoV itu telah menyebar ke luar negeri, dengan 25 negara mengonfirmasikan total 191 kasus. Sejauh ini telah ada dua kematian akibat virus itu yang terjadi di luar China daratan.

BACA JUGA: Korban Tewas Virus Korona di China Tembus 563

Virus korona baru menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut yang parah dan gejala biasanya dimulai dengan demam, diikuti oleh batuk kering. Kebanyakan orang yang terinfeksi cenderung sembuh sepenuhnya, sama seperti jika mereka mengalami flu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah itu sebagai darurat kesehatan global. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Rabu meminta USD675 juta untuk mendanai rencana tiga bulan sebagai tanggapan terhadap penyebaran virus tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini