Terinfeksi Virus Korona, Seorang Ibu di China Lahirkan Bayi yang Sehat

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 04 Februari 2020 08:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 04 18 2162922 terinfeksi-virus-korona-seorang-ibu-di-china-lahirkan-bayi-yang-sehat-RLjiKreUqs.jpg Foto: Reuters.

HARBIN - Seorang wanita China yang terinfeksi virus korona telah melahirkan bayi perempuan yang sehat berkat intervensi yang cepat dan tegas dari staf rumah sakit.

Pengumuman itu dibuat oleh Komisi Kesehatan Kotamadya Harbin pada Senin, 3 Februari 2020, setelah wanita itu melahirkan bayi perempuan dengan berat 3,05kg pada 30 Januari. Ibu dan anak itu ditahan di karantina untuk observasi di rumah sakit di Provinsi Heilongjiang, China timur laut.

BACA JUGA: Media China Laporkan Virus Korona Wuhan Dapat Menular Melalui Saluran Pencernaan

Keduanya dilaporkan dalam keadaan stabil.

Menurut laporan Russia Today, Selasa (4/2/2020), sang ibu datang ke rumah sakit pada pekan ke-38 kehamilannya dalam keadaan demam tinggi. Setelah staf medis melakukan pemeriksaan, mereka mengambil keputusan untuk mempercepat kelahiran bayi itu dengan operasi caesar.

Seluruh staf medis yang terlibat dalam operasi itu telah ditempatkan dalam observasi terpisah sebagai tindakan pencegahan, meskipun diyakini mereka tidak terkena paparan virus korona selama bekerja. Dua tim medis terus memantau kemajuan ibu dan anak tersebut.

Komisi kesehatan mengatakan anak itu mencatat skor Apgar yang luar biasa di angka 10, dengan skor 7 biasanya menunjukkan anak yang sangat sehat. Skor Apgar adalah metode yang digunakan untuk dengan cepat meringkas kesehatan anak yang baru lahir terhadap segala faktor risiko potensial untuk kematian bayi.

BACA JUGA: Sedikitnya 425 Korban Meninggal Akibat Wabah Virus Korona, Lebih dari 20.000 Terinfeksi

Bayi itu juga telah dites negatif terhadap virus korona pada dua kesempatan terpisah.

Laporan terakhir menyebutkan sedikitnya 20.000 kasus infeksi virus korona telah terkonfirmasi di China, sejak wabah mulai merebak di Wuhan pada Desember 2019. Korban meninggal dunia juga telah bertambah menjadi 425, dengan satu kematian dilaporkan terjadi di luar China.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini